Memahami Proses Bagaimana Biji Menjadi Tumbuhan

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana biji menjadi tumbuhan? Bagi penggemar tanaman, menanti biji menjadi tumbuhan itu sangat menggairahkan. Tak sabar rasanya melihat biji terangkat dan pelan-pelan tumbuh ke atas.
Proses biji menjadi tumbuhan yang kasat mata itu terlihat sederhana. Biji ditanam, disiram, lalu tumbuh. Tapi sebenarnya di dalam biji banyak aktivitas yang dilakukan. Memahami proses tersebut merupakan wawasan yang menarik.
Proses Bagaimana Biji Menjadi Tumbuhan
Dikutip dari Biologi untuk SMA/MA Kelas XII, Gunawan Susilowarno dan Kawan-kawan (2008:1), bagaimana biji menjadi tumbuhan disebut proses perkecambahan. Biji akan pecah lalu keluar tanaman kecil dari biji tersebut.
Berikut adalah urutan proses biji menjadi tumbuhan tersebut.
1. Imbibisi
Imbibisi adalah proses penyerapan air oleh biji yang memacu aktivitas hormon Giberelin. Hormon ini memacu butir-butir aleuron untuk mensistesis enzim alfa amilase dan protease.
2. Pembentukan Substrat
Keberadaan enzim alfa amilase dan protease memacu pemecahan amilum dan protein dalam endosperm menjadi glukosa dan asam amino. Tahapan ini menghasilkan substrat untuk proses metabolisme.
3. Metabolisme
Tersedianya substrat yang banyak mendorong peningkatan respirasi untuk menghasilkan energi atau Adenosin trifosfat (ATP). Energi ini akan digunakan untuk pembelahan sel embrio di dalam biji secara mitosis.
4. Munculnya Plantula
Proses pembelahan sel embrio menyebabkan biji pecah dan terjadilah proses perkecambahan yang ditandai dengan munculnya plantula dari dalam biji.
Biji yang pecah tersebut mengandung embrio yang terdiri dari 3 bagian, yaitu radikula, kotiledon dan kaulikulus.
Pertumbuhan Radikula
Radikula atau akar lembaga adalah calon akar yang akan menembus biji ke arah liang biji. Pada Poaceae atau Graminae, akar lembaga memiliki selubung yang disebut koleoriza.
Pertumbuhan Kotiledon
Kotiledon atau daun lembaga adalah calon daun pertama yang tumbuh dalam proses perkecambahan. Kotiledon bertugas sebagai tempat penimbunan makanan selama proses perkecambahan.
Kotiledon melakukan fotosintesis pada bagian berbentuk selaput tipis seperti perisai yang disebut skuletum.
Pertumbuhan Kaulikulus
Kaulikulus atau batang lembaga ada 2 macam, yaitu calon batang di atas kotiledon (epikotil) dan calon batang di bawah kotiledon (hipokotil).
Epikotil akan membentuk batang dan daun. Hipokotil akan membentuk batang dan akar. Ujung epikotil yang akan membentuk daun mempunyai pucuk lembaga disebut Plumulae. Plumulae diselubungi selaput yang disebut koleoptilum.
Berdasarkan letak kotiledon, selanjutnya perkecambahan terjadi menjadi 2 cara, yaitu epigeal (kotiledon terangkat ke atas permukaan tanah) dan hypogeal (kotiledon tidak terangkat ke atas permukaan tanah).
Baca juga: 5 Contoh Tumbuhan yang Berkembang Biak Secara Vegetatif
Demikianlah pembahasan bagaimana biji menjadi tumbuhan. Jika ingin biji tumbuh cepat, perlakuan harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing jenis biji. (lus)
