Menerapkan Pembelajaran Sosial Emosional dengan Metode Experiential Learning

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana menerapkan pembelajaran sosial emosional dengan metode experiential learning? Ada beberapa teori atau metode teruji yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran.
Namun yang terpenting adalah bagaimana cara menerapkan teori atau metode tersebut. Pihak yang paling tahu tantangannya adalah guru sebagai pelaksana.
Bagaimana Menerapkan Pembelajaran Sosial Emosional dengan Metode Experiential Learning?
Bagaimana menerapkan pembelajaran sosial emosional dengan metode experiential learning? Pertanyaan tersebut dikutip dari Cerita Reflektif Modul 2 Pembelajaran Sosial Emosional, Topik 3 Experiential Learning di www.guru.kemendikdasmen.go.id.
Cerita reflektif itu berarti berdasarkan pengalaman mengajar masing-masing guru yang berlandaskan materi tentang experiential learning yang telah dipelajari. Karena itu, jawaban masing-masing guru akan berbeda tapi secara garis besar sama.
Berikut ini adalah salah satu contoh kunci jawaban dari pertanyaan tersebut.
Experiental learning berarti mengutamakan pengalaman langsung siswa sehingga pelibatan siswa menjadi sangat penting dalam pembahasan suatu materi. Di kelas saya, siswa bebas melakukan rekonstruksi atas pengalaman yang mereka dapatkan.
Contohnya diawali dengan mengajak siswa melakukan percobaan lalu mengamati proses dan hasilnya. Setelah itu saya meminta siswa untuk menceritakan hasil pengamatan mereka. Tidak ada pengamatan yang salah atau benar karena masing-masing siswa punya sudut pandang sendiri.
Kemudian saya meminta siswa meminta siswa untuk memunculkan ide-ide baru dari hasil pengamatan tersebut. Ide-ide tersebut akan coba dipraktikkan dengan penekanan bahwa tidak ada ide yang salah atau benar karena untuk melakukan inovasi perlu banyak percobaan dan perbaikan.
Siswa saya beri pengertian bahwa semakin banyak hasil pengamatan atau ide yang berbeda itu semakin baik karena peluang untuk menghasilkan inovasi terbaik juga makin banyak. Dengan begitu, siswa akan senang berpendapat dan melakukan percobaan tanpa takut salah.
Kendala yang saya hadapi adalah beragamnya gaya belajar siswa yang harus diakomodasi dalam waktu yang terbatas. Jumlah siswa yang banyak juga membuat saya kadang melewatkan siswa-siswa yang pendiam.
Bagaimana menerapkan pembelajaran sosial emosional dengan metode experiential learning? Setiap guru memiliki cara yang sedikit berbeda karena berdasarkan pengalaman sendiri meski secara garis besar sama karena disesuaikan dengan kondisi kelasnya. (lus)
Baca juga: Kunci Jawaban Cerita Reflektif Modul 2 Casel PPG 2025
