Mengapa ada siang dan malam? Ini Penjelasan beserta Proses Terjadinya

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa ada siang dan malam? Ini adalah pertanyaan sepanjang masa, terutama oleh anak-anak. Mereka baru akan mendapatkan penjelasannya di sekolah melalui pelajaran sains.
Orang dewasa kadang menanyakan hal yang sama. Sebagian karena sudah lupa dengan pelajaran sekolah tersebut, sebagian karena zaman dahulu tidak banyak pilihan alat peraga atau video. Karena itu, jawaban atas pertanyaan di atas akan selalu ditunggu.
Mengapa Ada Siang dan Malam?
Mengapa ada siang dan malam? Dikutip dari Seri IPA Fisika 3 SMP Kelas IX, Mundilarto dan Edi Istiyono (2007:152), siang dan malam terjadi karena adanya rotasi bumi. Agar jawaban tersebut dipahami, berikut penjelasannya.
1. Rotasi Bumi
Rotasi adalah pergerakan bumi yang berputar pada porosnya sendiri. Rotasi bumi selama satu kali putaran disebut periode rotasi bumi. Bumi berotasi selama 24 jam atau tepatnya 23 jam 56 menit. Bumi berotasi dari barat ke timur.
Rotasi bumi mengakibatkan 3 peristiwa penting, yaitu:
Gerak semu harian benda langit
Rotasi bumi dari barat ke timur mengakitbatkan benda-benda langit seolah bergerak dari timur ke barat. Percobaan untuk membuktikan hal ini bisa dilakukan dengan memperhatikan tiang listrik dan pohon-pohon ketika naik kendaraan.
Terjadinya siang dan malam
Daerah waktu
Untuk wilayah yang memanjang dari barat sampai ke timur seperti Indonesia, pembagian daerah waktu mudah diamati dan penting untuk dilakukan karena Papua akan gelap terlebih dahulu daripada Aceh dengan selisih waktu yang signifikan.
2. Proses Terjadinya Siang dan Malam
Proses terjadinya siang dan malam dimulai dengan pemahaman bahwa matahari adalah satu-satunya sumber cahaya bagi bumi. Karena itu, permukaan bumi yang menghadap matahari akan mendapat cahaya atau mengalami siang hari.
Kemudian bayangkan bumi berputar. Karena bumi berputar, maka permukaan bumi bergantian menghadap matahari. Ketika permukaan bumi yang menghadap matahari mengalami siang, maka pada permukaan bumi di belakangnya sedang terjadi malam.
Di daerah khatulistiwa, pergantian siang dan malam rata-rata hampir sama sepanjang tahun, yaitu 12 jam. Semakin jauh dari khatulistiwa, semakin jauh perbedaan lama waktu siang dan malam.
Penjelasan ini akan lebih mudah lagi diperagakan dengan bola yang menghadap lampu. Permukaan bola yang terkena lampu mewakili siang, sedangkan yang tidak terkena lampu merupakan malam. Kemudian bola diputar.
Baca juga: Alasan Mengapa Bumi Disebut Planet Berair
Penjelasan termudah tentang mengapa ada siang dan malam adalah menggunakan peragaan sederhana. Namun mengetahui teori yang mendukung peragaan tersebut akan menghasilkan pemahaman yang menyeluruh. (lus)
