Mengapa Bintang Memiliki Warna yang Berbeda-beda? Ini Jawabannya!

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa bintang memiliki warna yang berbeda-beda? Karena pengaruh massa dan suhu dari bintang itu sendiri. Bintang yang memiliki suhu tertinggi mempunyai massa terbesar dan sebaliknya bintang dengan suhu terendah mempunyai massa terkecil.
Bintang merupakan benda langit yang memancarkan cahayanya sendiri akibat reaksi fusi nuklir. Reaksi ini dapat menghasilkan energi. Cahaya yang dihasilkan dari bintang mulai dari putih, kuning, biru, orange, hingga merah.
Mengapa Bintang Memiliki Warna yang Berbeda-beda?
Selain bulan, bintang adalah salah satu benda langit lainnya yang dapat dilihat manusia saat malam hari. Hal ini dikarenakan bintang menghasilkan cahaya sendiri sehingga bintang nampak berwarna. Lantas, mengapa bintang memiliki warna yang berbeda-beda?
Dikutip dalam buku IPA Terpadu SMP dan MTs untuk Kelas IX Semester 2 (3B) oleh Mikrajuddi, dkk (2007:72) warna bintang bergantung pada massa bintang tersebut. Semakin besar massa bintang berarti makin banyak materi yang dapat melangsungkan reaksi inti, sehingga suhunya semakin tinggi.
Bintang dengan suhu tertinggi mempunyai massa terbesar memiliki warna putih kebiru-biruan. Sebaliknya, bintang yang bermassa kecil berwarna kemerahan. Matahari sebagai bintang berwarna kuning karena massanya tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar.
Bintang-bintang lain ada yang berwarna ungu, biru, atau merah. Bintang yang warnanya sama dengan matahari antara lain Alpha Centuri dan Capella. Perbedaan warna menunjukkan adanya perbedaan suhu dari bintang-bintang tersebut.
Jenis-jenis Warna Bintang
Pada akhir abad-19, astronom dari Harvard University mengembangkan sebuah sistem yang bisa digunakan untuk mengelompokkan bintang-bintang dari kekuatan gas hidrogen. Terdapat 7 kelas kelompok yaitu O, B, A, F, G, K, dan M.
Kelas O adalah tipe yang paling panas (berwarna biru) dari semua klasifikasi kelas bintang, berurutan sampai M sebagai kelas bintang paling dingin (berwarna merah). Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Kelas O
Bintang dalam kategori kelas O memiliki ciri yaitu:
Temperatur: 30,000-60,000 K
Warna bintang: Biru
Massa: 60
Garis-garis hidrogen: Lemah
2. Kelas B
Bintang dalam kategori kelas B memiliki ciri yaitu:
Temperatur: 10,000-30,000 K
Warna bintang: Biru-Putih
Massa: 18
Garis-garis hidrogen: Menengah
3. Kelas A
Bintang dalam kategori kelas A memiliki ciri yaitu:
Temperatur: 7,500-10,000 K
Warna bintang: Putih
Massa: 3,2
Garis-garis hidrogen: Kuat
4. Kelas F
Bintang dalam kategori kelas F memiliki ciri yaitu:
Temperatur: 6,000-7,500 K
Warna bintang: Kuning-Putih
Massa: 1,7
Garis-garis hidrogen: Menengah
5. Kelas G
Bintang dalam kategori kelas G memiliki ciri yaitu:
Temperatur: 5,000-6,000 K
Warna bintang: Kuning
Massa: 1,1
Garis-garis hidrogen: Lemah
6. Kelas K
Bintang dalam kategori kelas K memiliki ciri yaitu:
Temperatur: 3,500-5,000 K
Warna bintang: Jingga
Massa: 0,8
Garis-garis hidrogen: Sangat lemah
7. Kelas M
Bintang dalam kategori kelas M memiliki ciri yaitu:
Temperatur: 2,000-3,500 K
Warna bintang: Merah
Massa: 0,3
Garis-garis hidrogen: Hampir terlihat
Baca juga: Mengenal Bentuk Bintang Asli di Angkasa
Demikian penjelasan mengenai mengapa bintang memiliki warna yang berbeda-beda. Pada intinya warna bintang dipengaruhi oleh massa dan suhu dari bintang itu sendiri. (MRZ)
