Konten dari Pengguna

Mengapa Debat Digolongkan ke Dalam Teks Eksposisi?

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mengapa debat digolongkan ke dalam teks eksposisi. Sumber: pexels.com/Werner Pfenning
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengapa debat digolongkan ke dalam teks eksposisi. Sumber: pexels.com/Werner Pfenning

Debat ialah pembahasan tentang satu hal dengan cara saling mengungkapkan argumentasi masing-masing. Debat merupakan bagian dari teks eksposisi. Namun, banyak yang tidak tahu mengapa debat digolongkan ke dalam teks eksposisi.

Dikutip dari buku Debat: Sebuah Keterampilan dan Seni Berbicara, Wimala, dkk (2021:15), debat ialah salah satu turunan dari teks eksposisi yang membuat sebagian kaidah dari teks eksposisi berlaku dalam penulisan teks debat.

Alasan Mengapa Debat Digolongkan ke Dalam Teks Eksposisi

Gambar dari mengapa debat digolongkan ke dalam teks eksposisi. Sumber: pexels.com/Stiven Rivera

Pada intinya, debat ialah suatu aktivitas saling bertukar argumen serta mempertahankan opini masing-masing. Lantas, mengapa debat digolongkan ke dalam teks eksposisi?

Ketika berdebat, dua orang yang bertukar pikiran akan menyampaikan gagasan atau pendapat. Selain itu, orang yang tengah berdebat perlu mengeluarkan opini yang disertai fakta dan data untuk dapat mempertahankan argumennya.

Sedangkan teks eksposisi ialah teks yang berisi gagasan yang ditulis secara singkat serta padat guna menguraikan informasi-informasi tertentu. Teks eksposisi tersebut harus disajikan dengan gagasan penulis, tetapi tetap disertai fakta.

Fungsi fakta dalam teks eksposisi adalah untuk memperkuat gagasan dari sang penulis. Jadi, gagasan dan fakta merupakan unsur utama dari sebuah teks eksposisi. Itulah mengapa, dikatakan bahwa debat tergolong teks eksposisi.

Karena debat juga mengandung gagasan yang didampingi oleh fakta. Gagasan yang ada dalam teks debat maupun eksposisi ialah berupa saran, penilaian, komentar, bujukan, atau dorongan. Sedangkan fakta ialah peristiwa nyata.

Fakta merupakan sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi. Keberadaan fakta sangat penting agar pembaca dapat yakin, terbujuk, atau setuju dengan gagasan yang disampaikan oleh sang penulis.

Karena debat merupakan bagian dari teks eksposisi, hal ini membuat kaidah kebahasaan teks eksposisi dipakai dalam penulisan teks debat. Berikut beberapa kaidah yang digunakan.

  • Banyak memakai konjungsi yang menunjukkan keterkaitan argumentasi atau kausalitas. Contohnya: karena, sebab, dengan, jika, akibatnya, dengan demikian, oleh karena itu, dan sebagainya.

  • Banyak memakai mental verba atau kata kerja mental. Contohnya: mengagumkan, memprihatinkan, menduga, diharapkan, memperkirakan, menyimpulkan, berasumsi, dan lain-lain.

  • Memakai kata-kata persuasif, seperti perlu, harus, sebaiknya, diharapkan, dan sebagainya.

  • Banyak mengandung kata rujukan. Contohnya: berdasarkan data, menurut pendapat, merujuk pada pendapat, dan lain-lain.

  • Memakai kata teknis atau kata peristilahan yang berhubungan dengan topik pembahasan.

Baca Juga: 2 Contoh Teks Observasi Singkat dalam Bahasa Indonesia beserta Strukturnya

Dari penjelasan di atas, kini diketahui alasan mengapa debat digolongkan ke dalam teks eksposisi. Kesimpulannya debat dan teks eksposisi sama-sama teks yang mengandung unsur argumen dan fakta yang menguatkan argumentasi tersebut. (SLM)