Mengapa Mitokondria dan Kloroplas Disebut Organel Semiotonom? Ini Penjelasannya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa mitokondria dan kloroplas disebut organel semiotonom? Pertanyaan ini mungkin pernah terlintas di pikiran saat mempelajari tentang organel sel pada mata pelajaran biologi.
Baik mitokondria maupun kloroplas merupakan organel sel yang terdapat pada sel tumbuhan. Meski memiliki fungsinya masing-masing, kedua organel sel ini sama-sama disebut organel semiotonom.
Mengenal Mitokondria dan Kloroplas
Sebelum membahas lebih lanjut mengenai mengapa mitokondria dan kloroplas disebut organel semiotonom, sebaiknya ketahui lebih dulu mengenai apa itu mitokondria dan kloroplas.
Dikutip dari buku Cerdas Belajar Biologi untuk Kelas XI, Oman Karmana (2007:18), mitokondria adalah organel sel bermembran yang bersifat aerob. Mitokondria mengandung cairan atau matriks yang mengandung lemak, protein, DNA, sirkuler, dan ribosom.
Mitokondria berfungsi dalam oksidasi zat makanan, respirasi sel, dehidrogenasi, fosforilisasi oksidatif, serta rantai transfer elektron.
Sedangkan kloroplas merupakan plastida yang mengandung DNA dan RNA. Pigmen penyusunnya adalah klorofil (warna hijau) yang banyak ditemukan di sel tumbuhan serta ganggang.
Untuk diketah, kloroplas memiliki bentuk yang bervariasi, mulai dari bentuk spiral, bintang, bikonveks, filamen, hingga oval. Bentuk-bentuk ini sangat dipengaruhi oleh jenis tumbuhannya.
Mengapa Mitokondria dan Kloroplas Disebut Organel Semiotonom?
Pada dasarnya, organel semiotonom merupakan istilah yang diambil dari kata semi dan otonom. Kata “semi” merujuk pada arti “hampir”. Sedangkan “otonom” memiliki makna “mandiri”.
Adapun alasan mengapa mitokondria dan kloroplas disebut organel semiotonom adalah karena mitokondria dan kloroplas dapat melakukan fungsinya secara mandiri tanpa bantuan dari nukleus.
Meski begitu, baik mitokondria maupun kloroplas tetap menjalankan sejumlah perintah dari nukleus, sehingga hanya semi mandiri saja atau semiotonom.
Sifat mandiri ini terjadi karena mitokondria dan kloroplas mempunyai materi genetiknya sendiri berupa DNA. DNA tersebut memuat berbagai informasi seputar cara mitokondria dan kloroplas melakukan tugasnya sendiri tanpa bergantung pada nukleus.
Selain itu, kedua organel sel ini juga mempunyai membran dari sintesis ribosom sendiri, serta dapat membelah diri dalam sel.
Demikian penjelasan mengenai mengapa mitokondria dan kloroplas disebut organel semiotonom. Semoga ulasan ini dapat membantu memberikan pemahaman seputar organel sel yang terdapat pada tumbuhan. (YAS)
Baca juga: 6 Komponen Sel yang Ditemukan pada Sel Hewan maupun Sel Tumbuhan
