Mengapa Paus Menyembur Air ke Udara? Ini Fakta Ilmiahnya

Ragam Info
Akun yang membahas berbagai informasi bermanfaat untuk pembaca.
Konten dari Pengguna
14 April 2024 15:25 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi mengapa paus menyembur air ke udara - Sumber: pexels.com/@nahuel-robledo
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengapa paus menyembur air ke udara - Sumber: pexels.com/@nahuel-robledo
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Mengapa paus menyembur air ke udara? Pertanyaan ini sering muncul saat seseorang melihat foto atau video paus yang seolah-olah sedang menyemburkan air ke udara dalam jumlah besar.
ADVERTISEMENT
Paus adalah mamalia laut yang memukau dan seringkali menarik perhatian manusia ketika mereka menyemburkan air ke udara. Fenomena ini sering disalahartikan sebagai paus yang menyemburkan air. Padahal sebenarnya bukan seperti itu.

Mengapa Paus Menyembur Air ke Udara?

Ilustrasi mengapa paus menyembur air ke udara - Sumber: pixabay.com/12019
Mengapa paus menyembur air ke udara? Seperti mamalia lainnya, paus membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup. Berbeda dengan mamalia darat, paus harus naik ke permukaan laut untuk bernapas. Mereka melakukannya melalui lubang di atas kepala yang disebut "blowhole".
Berdasarkan buku Mamalia: Lebih Dekat dengan Makhluk Menyusui, Syerif Nurhakim Dede Abdurohman, (2014), paus memiliki kemampuan khusus untuk menahan napas di dalam air untuk waktu yang lama. Bergantung pada spesies, bisa dari beberapa menit hingga hampir dua jam.
ADVERTISEMENT
Ketika paus ingin bernapas, mereka naik ke permukaan dan membuka blowhole untuk menghirup udara segar. Termasuk juga menghembuskan udara yang telah digunakan, yang biasanya mengandung kadar karbon dioksida yang tinggi.
Udara ini dikeluarkan dengan sangat cepat dan kuat dari blowhole. Lantaran paus biasanya berada di bawah air yang dingin, udara panas dari paru-paru mereka bertemu dengan udara dingin di atas permukaan, menghasilkan kondensasi. Kondensasi inilah yang terlihat sebagai semburan air, yang sebenarnya adalah kabut atau uap.
Semburan ini dapat mencapai ketinggian yang impresif. Misalnya, semburan dari paus biru, hewan terbesar di planet ini, bisa mencapai ketinggian lebih dari 9 meter.
Tinggi dan bentuk semburan bisa membantu peneliti dan pengamat paus mengidentifikasi spesies tertentu dari jarak jauh. Karena umumnya, setiap spesies memiliki karakteristik semburannya masing-masing.
ADVERTISEMENT
Selain berfungsi sebagai bagian dari proses bernapas, semburan ini juga membantu paus mengatur suhu tubuh mereka. Paru-paru paus berfungsi tidak hanya untuk pertukaran gas tapi sebagai sistem pendinginan internal, mengeluarkan panas tubuh saat menyemburkan udara panas.
Paus juga menggunakan semburan ini sebagai cara komunikasi. Dalam beberapa keadaan, suara yang dihasilkan oleh pelepasan udara ini bisa digunakan oleh paus lain untuk mendeteksi keberadaan atau bahkan sebagai bagian dari perilaku kawin.
Demikian penjelasan singkat mengapa paus menyembur air ke udara. Semburan yang dihasilkan oleh paus adalah kombinasi dari adaptasi biologis yang kompleks dan penting untuk kelangsungan hidup mereka. (DNR)