Konten dari Pengguna

Mengapa Pembelajaran Perlu Melibatkan Olah Hati, Rasa, Pikir, dan Raga?

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mengapa pembelajaran perlu secara holistik melibatkan murid dalam olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga? Sumber foto: Pixabay/ steveriot1
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengapa pembelajaran perlu secara holistik melibatkan murid dalam olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga? Sumber foto: Pixabay/ steveriot1

Persoalan mengapa pembelajaran perlu secara holistik melibatkan murid dalam olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga merupakan aspek yang patut untuk didalami. Adanya pendekatan ini dapat membantu guru dalam mewujudkan KBM yang menarik dan lebih bermakna.

Murid adalah pihak yang memperoleh bimbingan dan pengajaran dari guru. Karena itulah, setiap guru diharapkan memiliki landasan pengetahuan yang baik agar tujuan pendidikan dapat tercapai.

Mengapa Pembelajaran Perlu Secara Holistik Melibatkan Murid dalam Olah Hati, Olah Rasa, Olah Pikir, dan Olah Raga? Ini Penjelasannya

Ilustrasi mengapa pembelajaran perlu secara holistik melibatkan murid dalam olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga? Sumber foto: Pixabay/ akshayapatra

Berdasarkan Buku Ajar Strategi Pembelajaran, Yowelna Tarumasely, (2024: 21), kegiatan pembelajaran ditujukan untuk membantu siswa dalam memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan. Pada implementasinya, pembelajaran tidak hanya menekankan pada nilai akademik saja.

Namun, terdapat beragam faktor kompleks yang mampu memengaruhi perkembangan peserta didik. Di antaranya meliputi aspek olah hati, rasa, pikir, dan rasa. Keseluruhan komponen tersebut saling terintegrasi untuk menciptakan sistem pengajaran yang holistis serta komprehensif.

Jadi, mengapa pembelajaran perlu secara holistik melibatkan murid dalam olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga? Berikut penjelasan selengkapnya.

1. Membentuk Karakter Siswa

Olah hati dan olah rasa berperan untuk membentuk kepribadian siswa yang berkarakter. Olah hati berfokus pada pengembangan sikap emosional yang terkontrol. Jadi, siswa dapat lebih mudah dalam mengelola perilakunya.

Olah hati turut menjadi sarana untuk menumbuhkan budi pekerti dalam kehidupan sehari-hari. Seperti halnya mengenai sikap tanggungjawab dan kejujuran.

Kemudian, olah rasa berkaitan erat dengan pengembangan sikap empati. Siswa akan menjadi pribadi yang peduli terhadap sesama apabila telah terbiasa mengolah perasaannya secara tepat.

2. Mengembangkan Perilaku Kritis

Olah pikir (kognitif) merupakan aspek pembelajaran yang berguna untuk melatih kemampuan berpikir kritis. Dengan begitu, siswa dapat menganalisis persoalan yang dihadapi di kehidupan nyata dan solusi dari permasalahan tersebut akan mudah ditemukan.

3. Meningkatkan Kesiapan Belajar

Olah raga berpengaruh terhadap kondisi fisik setiap murid. Dengan ini, siswa dapat lebih siap dalam belajar apabila kesehatan jasmaninya terjaga. Terlebih faktor fisik dapat menentukan tingkat konsentrasi siswa selama pembelajaran berlangsung.

Itulah penjelasan tentang mengapa pembelajaran perlu secara holistik melibatkan murid dalam olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga. Dengan ini, pendidik dapat lebih memahami unsur-unsur penting yang mampu menunjang proses belajar secara efektif. (Riyana)

Baca Juga: Penjelasan Koding dan KA yang Menekankan Manusia sebagai Fokus Pembelajaran