Mengapa Soeharto Mengundurkan Diri jadi Presiden? Ini Penjelasannya

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia memiliki sejarah panjang sebelum dan sesudah kemerdekaan yang penting dipelajari oleh semua orang. Salah satu sejarah penting yang perlu disimak adalah peristiwa turunnya Soeharto sebagai Presiden kedua RI. Lantas mengapa pada 21 Mei 1998, Soeharto mengundurkan diri dari kursi presiden?
Soeharto menjabat sebagai presiden RI pada tahun 1967 sampai 1998 dengan total jabatan hampir 32 tahun. Tentu saja itu sangat lama karena itu banyak yang terjadi pada era kepemimpinan Soeharto dahulu.
Mengapa Soeharto Mengundurkan Diri Menjadi Presiden?
Mengutip dari buku Sejarah 3 SMA Kelas XII Program Ilmu Sosial, Drs Sardiman A.M, M.Pd.,(2008:156), Soeharto, yang lahir pada 8 Juni 1921 di Yogyakarta, adalah presiden kedua RI setelah Ir Soekarno.
Beliau memiliki sejarah panjang di bidang militer dan politik bahkan pernah mendapatkan amanah langsung dari Soekarno untuk mengembalikan ketertiban dan keamanan negara. Hal inilah yang membuat kondisi politik Indonesia saat itu memburuk.
Hingga bulan Maret 1986, Soeharto ditunjuk sebagai Presiden kedua RI dan memerintah bangsa Indonesia selama 32 tahun. Kepemimpinan beliau sangat panjang dan banyak hal terjadi di zaman Orde Baru.
Situasi politik dan ekonomi saat itu sangat kacau sehingga masyarakat ingin Soeharto mengundurkan diri. Lantas mengapa Soeharto mengundurkan diri dari kursi Presiden? Gerakan Reformasi menjadi alasan kuat pengunduran diri Soeharto.
Kerusuhan yang terjadi mendesak Soeharto turun dari jabatan Presiden karena krisis keamanan, politik, ekonomi, sosial-budaya, dan berkurangnya kepercayaan dari rakyat. Selama 32 tahun memimpin negeri, Soeharto memang terus melakukan pembangunan.
Hanya saja, pembangunan tersebut tidak merata dan hanya golongan tertentu saja yang bisa menikmatinya. Selain itu, budaya KKN, Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme juga sangat parah kala itu, sehingga rakyat semakin marah.
Pada masa itu, eksekutif menjadi penguasa tunggal di atas lembaga lainnya sehingga tidak bisa mengawasi kekuasaan. Rezim otoriter Soeharto dinilai tidak bisa menciptakan kehidupan yang damai dan tenteram, karena itu, masyarakat ingin Soeharto mengundurkan diri.
Mengapa Soeharto mengundurkan diri dari kursi presiden? Jawabannya sudah dijelaskan di atas karena adanya Gerakan Reformasi yang menutup masa Orde Baru. (GTA)
Baca Juga: Siapakah Presiden Korea Selatan yang Diberhentikan Pada Tanggal 4 April 2025?
