Konten dari Pengguna

Mengenal 2 Siklus Reproduksi Virus

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi siklus reproduksi virus. Sumber: unsplash.com/Cdc.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi siklus reproduksi virus. Sumber: unsplash.com/Cdc.

Siklus reproduksi virus dipelajari untuk digunakan sebagai pedoman dalam mencari cara agar tidak menginfeksi manusia dan hewan. Pengetahuan tersebut dapat dipakai untuk menghambat perkembangbiakan virus atau memusnahkannya.

Lingkungan hidup manusia dan hewan penuh dengan virus. Sebagaian di antaranya merupakan virus yang ganas sehingga menyebabkan penyakit serius. Karena itu, reproduksi virus perlu diketahui untuk menambah wawasan.

Siklus Reproduksi Virus

Ilustrasi siklus reproduksi virus. Sumber: unsplash.com/Cdc.

Dikutip dari Biologi untuk SMA/MA Kelas X, Gunawan Susilowarno (2007:33), virus bereproduksi dengan cara replikasi menggunakan bahan inti, yaitu DNA dan RNA, dari sel makhluk lain. Reproduksi virus memiliki 2 siklus.

Berikut adalah siklus reproduksi virus tersebut:

1. Siklus Litik

Tahap-tahap dalam siklus litik adalah:

  1. Adsorbsi (penempelan).

    Ekor virus atau bakteriofage melekat pada reseptor khusus dinding bakteri menggunakan teori gembok dan kunci atau lock and key theory setelah ada kecocokan virus dan inang.

  2. Penetrasi atau injeksi (penyuntikan).

    Tenaga kontraksi pada bagian kapsid atau kepala bakteriofage mendorong DNA virus ke DNA bakteri. Kapsid ditinggal di luar sel bakteri.

  3. Replikasi atau eklifase (penggandaan).

    DNA virus mengambil alih kendali DNA bakteri. DNA virus memotong-motong DNA bakteri dan menggunakannya untuk menggandakan diri. Selanjutnya DNA virus menyusun kapsid.

  4. Assembling (perakitan).

    Terjadi perakitan kapsid untuk menjadi bagian yang utuh, seperti kepal, ekor dan serabut. DNA virus masuk ke hasil perakitan tersebut sehingga terbentuk virus baru atau virion. Dalam satu siklus bisa menghasilkan 100-200 virion.

  5. Litik (pemecahan sel inang).

    Virion meninggalkan inang lama untuk mencari inang baru.

2. Siklus Lisogenik

Tahap-tahap dalam siklus lisogenik adalah:

  1. Adsorbsi (penempelan).

    Ekor virus atau bakteriofage melekat pada reseptor khusus dinding bakteri menggunakan teori gembok dan kunci atau lock and key theory.

  2. Penetrasi atau injeksi (penyuntikan).

    DNA virus masuk ke dalam sel inang dengan meninggalkan kapsid di luar sel bakteri.

  3. Penggabungan.

    DNA virus menyisip ke dalam DNA bakteri sehingga DNA bakteri mengandung materi genetik virus. Namun DNA virus tidak dapat mengambil alih kendali DNA bakteri karena DNA bakteri memiliki virulensi. DNA virus seperti ini disebut profage.

  4. Cleaveage (pembelahan).

    Ketika bakteri melakukan pembelahan, DNA bakteri ikut terkopi. Hasilnya adalah dua sel bakteri yang sama-sama mengandung profage. Fase ini bisa terjadi berkali-kali sehingga sel bakteri bisa mengalami penurunan virulensi.

Jika sel hasil pembelahan mengalami penurunan atau kehilangan virulensi, maka siklus lisogenik dapat dilanjutkan ke siklus litik, langsung masuk ke fase penggandaan.

Baca juga: 3 Macam-macam Imunitas Tubuh dan Cara Kerjanya

Itulah siklus reproduksi virus yang terdiri dari siklus litik dan siklus lisogenik. Reproduksi virus merupakan pengetahuan yang berharga di tengah perkembangan penyakit baru. (lus)