Konten dari Pengguna

Mengenal 4 Contoh Bahaya Biologis dalam HACCP dan Penjelasannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh bahaya biologis dalam haccp. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh bahaya biologis dalam haccp. Sumber: pexels.com

HACCP menjadi bagian dari proses kontrol makanan yang tidak boleh disepelekan. Tidak terkecuali pada jenis bahaya biologis dalam HACCP. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui contoh bahaya biologis dalam HACCP.

Pasalnya, diketahui bahwa ada banyak sekali bahaya biologis yang bisa dengan mudahnya masuk ke dalam makanan. Bukan cuma itu saja, bahaya-bahaya ini juga dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang serius jika tidak ditangani dengan baik.

Contoh Bahaya Biologis dalam HACCP dan Penjelasannya

Ilustrasi contoh bahaya biologis dalam haccp. Sumber: pexels.com

Mengutip dari buku Keamanan Pangan: Higiene dan Sanitasi Usaha Jasa Boga, Muhammad Iqbal dan Alfi Nur Rochmah (2023:19), HACCP adalah singkatan dari Hazard Analysis Critical Control Point. Istilah ini mulanya dikembangkan oleh NASA untuk memastikan makanan pada penerbangan ruang angkasa mereka aman untuk dikonsumsi.

Pada dasarnya, HACCP bukanlah sebuah proses yang rumit. Adapun langkah awal yang dilakukan adalah dengan mengidentifikasi terlebih dahulu berbagai langkah yang harus diambil saat mengtiapkan item menu. Baru setelahnya mencari kemungkinan sumber kontaminasi dan mencari cara untuk mengendalikannya.

Salah satu jenis bahaya pada HACCP adalah bahaya biologis. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami berbagai contoh bahaya biologis dalam HACCP yang sering ditemukan. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Bakteri

  • Bakteri Salmonella: Menyebabkan demam tifoid dan gastroenteritis.

  • E. coli: Menyebabkan diare dan dinrom uremik hemolitik (HUS), terutama pada anak-anak dan orang lanjut usia.

  • Listeria monocytogenes: Menyebabkan infeksi yang berbahaya bagi ibu hamil, bayi baru lahir, dan orang yang punya sistem kekebalan tubuh lemah.

  • Clostridium botulinum: Menyebabkan botulisme dan penyakit serius yang memengaruhi sistem saraf.

2. Virus

  • Norovirus: Menyebabkan gastroenteritis atau flu perut dengan gejala, seperti diare, muntah, kram perut, dan mual.

  • Hepatitis A: Menyebabkan infeksi hati dan penyakit kuning.

3. Parasit

  • Cryptosporidium: Menyebabkan demam, diare, dan kram perut.

  • Giardia: Menyebabkan diare, kembung, dan sakit perut.

4. Jamur

  • Aspergillus flavus: Menghasilkan aflatoksin, yakni racun yang bisa menyebabkan kanker hati dan masalah kesehatan lain.

Itulah empat contoh bahaya biologis dalam HACCP yang penting untuk dipelajari. Semoga bermanfaat. (Anne)

Baca Juga: 3 Contoh Pelapukan Biologis dan Jenisnya