Mengenal Alat dan Bahan Cetak Saring beserta Fungsinya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cetak saring adalah teknik percetakan yang menutup sebagian dari permukaan cetakan dengan menggunakan saringan. Proses ini memungkinkan hanya bagian tertentu dari cetakan yang diinginkan menerima pewarna. Untuk menjalankan teknik ini, tentunya ada alat dan bahan cetak saring yang diperlukan.
Menurut buku Panduan Praktis Cetak Sablon, Guntur Nusantara, A.Md. Graf (2005:3), di Indonesia, cetak saring lebih dikenal dan populer dengan istilah cetak sablon. Kata sablon berasal dari bahasa Belanda, yaitu schablon. Dalam KBBI, kata sablon didefinsikan sebagai pola berdesain yang dapat dilukis berdasarkan contoh.
Alat dan Bahan Cetak Saring beserta Fungsinya
Pada prosesnya, cetak saring atau sablon merupakan cara transfer desain stensil ke permukaan datar menggunakan layar jala, tinta, dan alat pembersih yang terbuat dari karet. Material kain dan kertas adalah permukaan yang paling sering dicetak pada layar.
Selain itu, dengan tinta khusus proses ini juga memungkinkan untuk dicetak pada kayu, logam, plastik, dan kaca. Metode dasarnya melibatkan pembuatan stensil pada layar jaring halus, dan kemudian mendorong tinta atau cat, untuk membuat cetakan desain pada permukaan di bawahnya.
Lantas, apa saja alat dan bahan cetak saring yang dibutuhkan dan fungsinya?
1. Alat Cetak Saring
a. Meja, fungsi:
Dirancang khusus untuk proses penyinaran screen.
Untuk membuat pola pada screen.
Untuk menyangga screen, sehingga kain yang hendak disablon dapat menghasilkan kualitas yang baik.
b. Kain saring, fungsi:
Menyaring tinta dan memungkinkan hanya bagian tertentu menerima tinta.
Menentukan tingkat ketebalan cetakan.
c. Screen dari kain kasa berbingkai kayu atau alumunium, fungsi:
Menyediakan media untuk menempatkan kain saring.
Memandu proses penekanan tinta melalui kain saring ke permukaan cetakan.
d. Alat penyaput screen atau rakel yang terbuat dari karet, alumunium atau kayu. Fungsi:
Menyebar tinta secara merata di atas kain saring.
Memastikan tinta menutupi area cetakan dengan baik.
e. Busa kecil, fungsi:
Mencegah tinta mencapai area yang tidak diinginkan pada permukaan yang akan dicetak.
f. Tempat zat warna atau emulsi seperti mangkok, botol, maupun gelas ukur. Fungsi:
Untuk mewadahi cat warna.
g. Hair dryer, fungsi:
Sebagai pengering cat.
h. Sendok, fungsi:
Mencampur dan mengambil cat juga cairan emulsi.
i. Air, fungsi:
Untuk mencuci screen.
2. Bahan Cetak Saring
a. Emulsi atau obat afdruk, fungsi:
Untuk menutupi lubang atau pori-pori dari kain screen.
Menahan cairan (permeable).
Membuat emulsi menjadi cairan yang tepat untuk menghalangi cat warna yang dipakai saat proses sablon agar tak melebar dan menyebar kemana-mana.
b. Cat warna Kain yang menggunakan tinta berbahan dasar karet, fungsi:
Karena memiliki tekstur yang elastis serta padat maka jenis tinta ini sangat baik untuk diaplikasikan ke dalam berbagai jenis kaos.
c. Larutan pengencer atau solvent, fungsi:
Sebagai larutan penguat.
Baca juga: 2 Contoh Cetak Datar beserta Kekurangan dan Kelebihannya
Dengan mengenal alat dan bahan cetak saring beserta fungsinya, semua orang dapat memahami bahwa setiap komponen dalam proses ini memiliki manfaat penting dalam menghasilkan cetakan yang presisi dan berkualitas tinggi.
Keseluruhan proses cetak saring membutuhkan kerjasama yang baik antara alat dan bahan tersebut untuk mencapai hasil yang diinginkan. (VAN)
