Konten dari Pengguna

Mengenal Bentuk Lapangan Tolak Peluru, Ukuran dan Panduan Penting Lainnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bentuk lapangan tolak peluru. Sumber: pexels.com/Boom.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bentuk lapangan tolak peluru. Sumber: pexels.com/Boom.

Bentuk lapangan tolak peluru adalah lingkaran. Meski tidak sepopuler cabang olahraga lainnya, tolak peluru selalu ada di kompetisi atletik internasional dan diajarkan di sekolah baik teori maupun praktik.

Tolak peluru bukan sekedar melempar bulatan yang berat itu sejauh mungkin, melainkan ada ketentuan-ketentuan yang harus diikuti. Hal-hal yang penting diketahui selain bentuk lapangan adalah ukuran lapangan dan ketentuan-ketentuan lainnya.

Bentuk Lapangan Tolak Peluru adalah Lingkaran

Ilustrasi bentuk lapangan tolak peluru. Sumber: pexels.com/Boom

Menurut sejarah, tolak peluru pernah populer 2000 tahun yang lalu dan pertama kali dipertandingkan di Olimpiade Athena tahun 1896. Tolak peluru masuk ke Indonesia karena dibawa oleh Belanda.

Berikut adalah ketentuan-ketentuan penting dalam tolak peluru.

1. Bentuk Lapangan

Dikutip dari Mengenal Olah Raga Atletik, Enik Yuliatin dan Haryanto (2012:54), bentuk lapangan tolak peluru adalah lingkaran dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Lingkaran untuk melakukan tolak peluru terbuat dari besi atau logam yang bisa dilengkungkan. Permukaan lingkaran harus rata dengan permukaan tanah yang ada di bagian luar lingkaran.

  2. Bagian dalam lingkaran untuk melakukan melakukan tolakan semen, aspal atau bahan lain yang tidak licin.

Bentuk lapangan yang berupa lingkaran ini selain untuk keamanan, juga untuk memudahkan atlet untuk melakukan berbagai gaya. Misalnya, gaya Pat O'Brien yang diawali dengan mundur dan membelakangi arah tolakan.

2. Ukuran Lapangan

Ukuran lapangan tolak peluru cukup detil, yaitu sebagai berikut:

  1. Permukaan lingkaran tolakan harus datar dengan ketinggian 20 - 6 mm lebih rendah dari tepi atas lingkaran besi.

  2. Garis selebar 5 cm dibuat di atas lingkaran besi dan menjulur sejauh 0,75 m di sebelah kanan dan kiri.

  3. Diameter bagian dalam lingkaran tolak adalah 2,135 cm.

  4. Tebal besi lingkaran tolak minimal 6 mm dan berwarna putih.

  5. Lebar balok penahan adalah 11,2 - 30 cm dengan panjang 1,21 - 1,23 m dan tebal 9,8 - 10,2 cm.

3. Panduan Penting Lainnya

Selain ketentuan wajib di atas, ada beberapa panduan lainnya, yaitu:

  1. Tolak peluru berarti peluru ditolak, bukan dilempar.

  2. Peluru tersebut dari besi berbentuk oval.

  3. Berat peluru untuk senior putra = 7,257 kg, senior putri = 4 kg, yunior putra = 5 kg, dan yunior putri = 3 kg.

  4. Sudut tolakan kira-kira 40 derajat.

  5. Peralatan lain yang dibutuhkan adalah roll meter, bendera kecil, kapur dan tali rafia.

Baca juga: Sejarah Atletik Singkat dan Jenis-jenisnya

Demikian pembahasan bahwa bentuk lapangan tolak peluru adalah lingkaran. Tolak peluru merupakan cabang olahraga yang cocok untuk mengukur kekuatan tubuh. (lus)