Mengenal Cara Kerja Biogas dan Pembuatannya dari Kotoran Ternak

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Biogas merupakan salah satu sumber energi alternatif yang dapat dikembangkan. Cara kerja biogas penting untuk diketahui karena berkaitan dengan kepentingan masyarakat yang membutuhkannya untuk berbagai kegiatan.
Gas-gas yang dihasilkan dari limbah organik seperti kotoran ternak, dapat membantu manusia memenuhi kebutuhan energi sehari-hari. Namun pengelolaannya membutuhkan sarana dan tenaga ahli yang tepat.
Cara Kerja Biogas
Biogas adalah gas produk akhir bahan organik oleh bakteri anaerobik dalam lingkungan bebas oksigen. Komponen terbesarnya adalah Methana dan karbondioksida.
Menurut buku Membuat Biogas, Suhut Simamora, dkk (hal.26), prinsip terjadinya biogas adalah adanya fermentasi anaerob bahan organik yang dilakukan oleh mikroorganisme sehingga menghasilkan gas yang mudah terbakar.
Cara kerja biogas dapat dijelaskan secara sederhana yakni dimulai dari pengumpulan limbah organik berupa kotoran ternak, lalu digunakan menjadi bahan pengisi digester (instalasi biogas).
Di dalam digester yang kedap udara, terjadi fermentasi bahan organisme oleh mikroogranisme anaerob. Selanjutnya proses tersebut menghasilkan gas methan serta gas-gas lainnya.
Gas yang timbul dari proses ini ditampung di dalam digester. Penumpukan produksi gas menimbulkan tekanan sehingga dapat disalurkan ke rumah dengan pipa.
Gas tersebut dapat digunakan untuk memasak dan penerangan. Namun keberhasilan produksi biogas bergantung dengan kondisi lingkungan yang optimal untuk pertumbuhan bakteri perombak. Suhu yang baik untuk proses fermentasi adalah 30-55°C.
Pembuatan Biogas dari Kotoran Ternak
Adapun bahan pembuatan biogas dapat menggunakan limbah peternakan yakni kotoran ternak. Berikut langkah pembuatannya.
Menampung kotoran ternak di wadah penampungan sementara.
Mengalirkan kotoran ke digester melalui pipa pemasukan.
Penambahan starter (banyak dijual dipasaran) sebanyak 1 liter dan isi rumen (organ lambung) segar dari rumah potong hewan (RPH) sebanyak 5 karung untuk kapasitas digester 3,5 - 5,0 m2.
Membuang produksi gas pertama dari hari pertama hingga ke-14 ketika gas Methan dan lainnya terbentuk.
Pada hari ke-14, barulah gas dapat digunakan untuk menyalakan api pada kompor gas atau kebutuhan lainnya.
Baca Juga: 5 Manfaat Biogas untuk Lingkungan dan Pengertiannya
Cara kerja biogas tersebut berkaitan dengan hasil fermentasi limbah atau kotoran yang menjadi bahan bakar gas. Jadi, hasilnya dapat menjadi sumber energi alternatif yang dibutuhkan manusia. (DVA)
