Konten dari Pengguna

Mengenal Ciri-ciri Fermentasi Alkohol dan Penjelasannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ciri-ciri Fermentasi Alkohol. Sumber: Pexels/engin akyurt
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ciri-ciri Fermentasi Alkohol. Sumber: Pexels/engin akyurt

Pada materi biologi terdapat pembahasan mengenai ciri-ciri fermentasi alkohol. Salah satunya dapat tercium bau asam karena reaksi alkohol dan oksigen.

Fermentasi alkohol termasuk respirasi anaerob yang mengubah glukosa menjadi energi. Jadi proses ini tidak membutuhkan oksigen. Pembahasan ini sangat menarik untuk dipelajari karena dapat terjadi di kehidupan sehari-hari.

Ciri-ciri Fermentasi Alkohol

Ilustrasi Ciri-ciri Fermentasi Alkohol. Sumber: Pexels/Budi Puspa Wijaya

Menurut buku BIOLOGI: Jilid 3, Diah Aryulina, dkk (2004:48), fermentasi alkohol dilakukan oleh jamur ragi secara anaerob sebagai substrat fermentasi adalah asam piruvat.

Berikut adalah ciri-ciri fermentasi alkohol dan penjelasannya.

1. Ada 4 Tahapan

Adapun fermentasi alkohol mengalami 3 tahapan yang menjadi ciri-cirinya yaitu.

  1. Glikolisis. Pada tahap ini prosesnya melakukan pemecahan molekul glukosa menjadi dua molekul piruvat. Sehingga menghasilkan sedikit ATP dan NADH sebagai pembawa elektron.

  2. Dekarboksilasi. Hasil sebelumnya akan melepaskan karbon dioksida, mengubahnya menjadi senyawa yang disebut asetaldehid. Pada tahap ini, NADH juga dioksidasi kembali menjadi NAD+.

  3. Konversi Asetaldehida. Asetaldehida yang dihasilkan dalam proses dekarboksilasi akan dikonversi menjadi etanol.

  4. Pelepasan Karbon Dioksida. Tahapan ini yang sering terlihat dalam proses fermentasi sebagai gelembung-gelembung gas.

2. Tercium Bau Asam

Fermentasi alkohol digunakan dalam proses pembuatan tapai ketan, tape singkong, bir, tuak, dan anggur. Bau asam pada produk-produk tersebut tercium karena terdapat reaksi antara alkohol dengan oksigen yang membentuk asam asetat atau cuka (CH3COOH).

Proses ini merupakan proses energi rendah. Saran untuk melakukan fermentasi minimum yang disarankan adalah 3 bulan.

3. Dilakukan oleh Ragi dan Bakteri

Ragi dan beberapa jenis bakteri berperan penting pada fermentasi alkohol. Oleh sebab itu organisme tersebut menjadi ciri-ciri fermentasi alkohol yang penting untuk diketahui.

Sebagai contoh ragi Saccharomyces cerevisiae digunakan untuk meningkatkan hasil yang diperoleh dari produksi bioethanol dari gula.

Hal itu disebabkan karena dalam prosesnya tidak membutuhkan sinar matahari dalam proses pertumbuhannya dan dapat langsung digunakan untuk fermentasi bioetanol.

Baca Juga: Apakah Kopi Fermentasi merupakan Produk Bioteknologi?

Itulah beberapa ciri-ciri fermentasi alkohol yang dapat menambah wawasan dalam pengetahuan tentang ilmu biologi. Penjelasannya dapat mempermudah masyarakat memahami proses fermentasi alkohol. (DVA)