Mengenal Ciri-ciri Paragraf Persuasif dalam Bahasa Indonesia

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Paragraf persuasif merupakan salah satu jenis paragraf yang berisi ajakan atau himbauan. Ciri-ciri paragraf persuasif berbeda dengan jenis paragraf lainnya.
Arti paragraf menurut KBBI sendiri, yaitu bagian dari bab dalam suatu karangan yang biasanya mengandung satu ide pokok atau gagasan. Paragraf ialah sebuah kalimat yang penulisannya selalu dimulai dengan garis baru atau bisa disebut alinea.
Ciri-ciri Paragraf Persuasif
Dikutip dari buku Materi Ajar Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas Tinggi, Dilla Fadhillah, M.Pd., dkk (2022: 124), paragraf persuasif adalah suatu bentuk paragraf yang memiliki tujuan untuk meyakinkan seseorang baik pembaca ataupun pendengar, agar dapat melakukan sesuatu yang dihendaki penulis.
Struktur dari paragraf persuasi meliputi beberapa hal, yaitu
Pengenalan isu-isu yang beredar luas di masyarakat
Rangkaian argumen dari beberapa orang terkemuka
Pernyataan ajakan dengan kalimat yang menarik
Diperlukan penegasan kembali atas pernyataan sebelumnya
Adapun ciri-ciri paragraf persuasif adalah sebagai berikut.
1. Paragraf Berisi Data dan Fakta
Ciri yang pertama, yaitu paragraf berisi data dan fakta. Ciri tersebut merupakan tujuan utama dari paragraf persuasif. Tujuan paragraf ini adalah untuk memengaruhi pembaca sebanyak mungkin.
Oleh sebab itu, paragraf persuasif mengemukakan alasan-alasan yang kuat disertai dengan data berupa fakta.
2. Paragraf Berisi Kata-kata Ajakan
Ciri selanjutnya, yaitu paragraf berisi kata-kata ajakan. Persuasif atau persuasi merupakan sebuah pokok ide bahasan yang berasal dari pendirian, bahwa pikiran manusia dapat diubah.
Oleh karena itu dalam paragraf ini, banyak menggunakan kata-kata ajakan, seperti mari, ayo, lakukanlah, dan lain sebagainya.
3. Dapat Meyakinkan Pembaca
Paragraf persuasif disusun dengan kalimat semenarik mungkin. Paragraf jenis ini harus dapat menumbuhkan kepercayaan dari para pembacanya.
Paragraf persuasif harus dapat meyakinkan pembaca. Oleh karena itu, sebagian penulis, berusaha meyakinkan pembaca untuk memercayai hal-hal yang ditulis olehnya.
4. Paragraf Berisi Menghindari Berbagai Konflik
Paragraf persuasif biasanya berisi menghindari konflik. Hal ini dilakukan agar kepercayaan pembacanya tidak hilang. Dengan begitu, kesepakatan pendapat atau opini antara penulis dan pembaca dapat tercapai.
Pendapat dan fakta tersebut digunakan bertujuan untuk memengaruhi pembaca supaya mengikuti ajakan-ajakannya.
Baca juga: 3 Contoh Paragraf Deduktif Beserta Penjelasannya
Itulah penjelasan dari ciri-ciri paragraf persuasif dalam bahasa Indonesia. Kumpulan dari beberapa paragraf persuasif disebut dengan karangan persuasi. (MAE)
