Konten dari Pengguna

Mengenal Contoh Bahan Lunak Buatan dan Alami pada Kerajinan

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Bahan Lunak Buatan. Sumber: Pixabay/Bru-nO
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Bahan Lunak Buatan. Sumber: Pixabay/Bru-nO

Sebenarnya, terdapat berbagai contoh bahan lunak buatan maupun alami yang sering ditemukan pada kehidupan sehari-hari. Namun, masih banyak yang belum menyadarinya. Terlebih jika sudah dibuat dalam bentuk kerajinan.

Kerajinan sendiri diartikan sebagai sesuatu yang tercipta karena dasar yang dimiliki oleh manusia. Umumnya, kerajinan menggunakan tangan terampil untuk menciptakan dan menghasilkan suatu benda yang memiliki nilai-nilai keindahan.

Contoh Bahan Lunak Buatan dan Alami pada Kerajinan

Ilustrasi Contoh Bahan Lunak Buatan. Sumber: Pixabay/rkit

Kerajinan dapat dibagi berdasarkan bentuknya, yaitu kerajinan bahan keras dan kerajinan bahan lunak. Berbeda dari bahan keras, bahan lunak memiliki sifat empuk dan mudah dibentuk. Kerajinan bahan lunak terbagi lagi atas dua jenis, yakni bahan lunak buatan dan bahan lunak alami.

Dikutip dari Buku Saku Prakarya Kerajinan: Untuk SMA Kelas X, Setyorini (2019:100-101), bahan lunak buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang diolah manusia dan dicampur dengan zat kimia tertentu sehingga menjadi lunak, lembut, empuk, dan mudah dibentuk.

Terdapat sejumlah contoh bahan lunak buatan pada kerajinan yang sering ditemui dan memiliki karakteristiknya tersendiri. Berikut ulasannya.

1. Polymer Clay dan Plastisin

  • Memiliki aneka warna yang cerah.

  • Bertekstur padat lunak.

  • Polymer clay tidak mengandung minyak, sedangkan plastisin mengandung minyak.

  • Saat pengeringan, polymer clay dapat mengeras, sedangkan plastisin tetap seperti semula.

2. Fiberglass

  • Memiliki struktur yang cair dan akan mengeras jika mengering.

  • Dapat dibentuk ketika setengah mengeras.

  • Kerajinannya dibuat dengan cara dicetak/dicor.

  • Memiliki campuran katalis yang dapat membuat fiberglass lebih cepat mengeras.

  • Pewarnaannya dilakukan saat masih dalam keadaan cair maupun saat bahan mengering.

  • Tahan lama dan kuat.

  • Memiliki wujud bening sebening kaca atau air.

3. Lilin dan Parafin

  • Berbentuk padat, namun jika dipanaskan akan mencair.

  • Pengolahannya dilakukan dengan cara dicetak/dicor.

  • Pewarnaannya dilakukan saat lilin mencair.

  • Dapat dicampur dengan aroma pewangi tertentu untuk menambah sensasi saat digunakan.

  • Dapat dipanaskan dai dicetak kembali.

Baca juga: 5 Contoh Kerajinan Bahan Keras dan Tekniknya

Selain bahan lunak buatan, ada pula jenis bahan lunak alam yang tidak kalah sering ditemui di berbagai kerajinan. Setyorini (2019:97-98) dalam bukunya memaparkan bahan lunak alam sebagai bahan yang berasal dari tumbuhan dan hewan atau lapisan bumi yang bersifat lunak.

Proses pengolahan bahan lunak alam dilakukan secara alami tanpa dicampur maupun dikombinasikan dengan berbagai bahan buatan. Berikut beberapa contohnya beserta karakteristiknya.

1. Tanah Liat

  • Berasal dari pelapukan kerak bumi.

  • Sulit menyerap air.

  • Teksturnya cenderung lengket dalam keadaan basah dan kuat menyatu antara butiran tanah yang satu dengan lainnya.

  • Dalam keadaan kering, butiran tanahnya terpecah-pecah secara halus.

2. Flour Clay

  • Berasal dari adonan tepung yang dilumat hingga kalis dan mudah dibentuk.

  • Tidak tahan air karena akan mudah rusak.

  • Pewarnaannya dilakukan dengan pewarna makanan atau sintetis aga muncul warna-warna yang cemerlang.

Itulah penjelasan mengenai contoh bahan lunak buatan dan alami pada kerajinan. Semoga bermanfaat. (YAS)