Konten dari Pengguna

Mengenal Elemen Primer dalam Ilmu Fisika beserta Jenis-jenisnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pengertian elemen primer. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengertian elemen primer. Foto: Unsplash

Dalam ilmu fisika, elemen primer adalah salah satu sumber arus listrik yang sifatnya sekali pakai. Artinya, jika sumber arus pada elemen tersebut sudah habis energinya, maka elemen tidak dapat diisi ulang.

Hal itu karena reaksi kimia yang terjadi di dalam elemen tersebut tidak dapat kembali menjadi bahan kimia semula. Oleh sebab itu, elemen primer hanya dapat dipakai selama bahan kimia yang ada di dalamnya masih bereaksi.

Apa Itu Elemen Primer?

Ilustrasi pengertian elemen primer. Foto: Unsplash

Mengutip dari buku Target Nilai Rapor 10: Kupas Habis Semua Pelajaran Kelas IX SMP/MTs yang diterbitkan oleh Wahyu Media (100), elemen primer adalah sumber arus dari bahan kimia yang reaksi kimianya tidak bisa dibalikkan.

Umumnya, elemen ini dapat dipakai saat bahan kimia yang ada di dalamnya masih mengalami reaksi. Apabila bahan tersebut sudah tidak bereaksi, maka sumber arus listrik tidak dapat dihasilkan lagi.

Jenis-jenis Elemen Primer

Ilustrasi jenis- elemen primer. Foto: Unsplash

Mengutip dari buku All New Target Nilai 100 Ulangan Harian SMP Kelas IX karangan Tim Guru Eduka (2018:112), berikut ini jenis-jenis elemen primer yang bisa diketahui.

1. Elemen Volta

Elemen volta adalah elemen yang paling sederhana. Ada beberapa bagian-bagian elemen volta yang dapat diketahui.

  • Batang tembaga (Cu) berfungsi sebagai elektrode positif (katode).

  • Batang seng (Zn) berfungsi sebagai elektrode (anode).

  • Larutan asam sulfat (H2SO4) berfungsi sebagai larutan elektrolit.

Jenis elemen primer ini memiliki kelemahan dibandingkan dengan elemen yang lainnya. Adapun kelemahan sel volta sebagai berikut.

  • Jenis elemen ini praktis dan mudah dibawa ke mana-mana.

  • Menimbulkan polarisasi gelembung-gelembung gas yang dapat menutupi elektrode positif (Cu). Terjadinya polarisasi mampu menyebabkan elemen tersebut menjadi cepat mati.

2. Elemen Daniel

Elemen daniel adalah elemen yang gaya gerak listriknya agak lama karena ada depolarisator. Depolarisator adalah zat yang menghambat terjadinya polarisasi gas hidrogen. Ada beberapa bagian dari elemen daniel ini yang bisa diketahui sebagai berikut.

  • Batang tembaga (Cu) berfungsi sebagai elektrode positif (katode).

  • Batang seng (Zn) berfungsi sebagai elektrode negatif (anode).

  • Larutan tembaga sulfat (CuSO4) berfungsi sebagai larutan elektrolit.

  • Larutan asam sulfat (H2SO4) berfungsi sebagai depolarisator

Jenis elemen ini memiliki kelemahan, yaitu mudah mengalami polarisasi.

3. Elemen Leclanche

Elemen leclanche merupakan perbaikan dari elemen volta. Pada jenis elemen ini memiliki bagian-bagian yang dapat diketahui.

  • Batang karbon (C) berfungsi sebagai elektrode positif (katode).

  • Logam seng (Zn) berfungsi sebagai elektrode negatif (anode).

  • Larutan amonium klorida (NH4CI) berfungsi sebagai larutan elektrolit.

  • Mangan dioksida (MnO2) yang dicampur dengan serbuk karbon berfungsi sebagai depolarisator.

Kelemahan elemen leclanche adalah reaksi bejana seng (Zn) dengan larutan amonium klorida (NH4CI) menyebabkan logam seng (Zn) keropos yang mengakibatkan berkurangnya beda potensial.

4. Elemen Kering

Elemen kering adalah sumber arus listrik yang dibuat dari bahan-bahan kering yang tidak bisa diisi kembali (sekali pakai). Elemen ini termasuk ke dalam elemen primer. Contoh elemen kering, yaitu batu baterai dan baterai perak oksida (baterai untuk jam tangan).

Baca juga: 5 Fungsi Baterai Berdasarkan Jenisnya

Itulah ulasan tentang elemen primer adalah sumber listrik arus searah yang memerlukan penggantian bahan setelah pakai. Semoga bermanfaat. (NTA)