Konten dari Pengguna

Mengenal Gamet, Sel Kelamin yang Berasal dari Genotipe

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sel kelamin yang berasal dari genotipe disebut gamet. Sumber: unsplash.com/AleksandraBoguslawska.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sel kelamin yang berasal dari genotipe disebut gamet. Sumber: unsplash.com/AleksandraBoguslawska.

Sel kelamin yang berasal dari genotipe disebut gamet. Gamet merupakan istilah yang asing bagi masyarakat umum, namun merupakan bagian tak terpisahkan dari pembahasan tentang pewarisan sifat-sifat keturunan.

Pembahasan tersebut dapat menjelaskan bagaimana dalam satu keturunan mirip satu dengan yang lainnya. Tingkat kemiripan tersebut bermacam-macam yang dipelajari dalam ilmu genetika.

Sel Kelamin yang Berasal dari Genotipe disebut Gamet

Ilustrasi sel kelamin yang berasal dari genotipe disebut gamet. Sumber: unsplash.com/DerekSutton.

Gamet merupakan salah satu materi yang dibahas dalam ilmu genetika, yang juga merupakan bagian dari ilmu biologi. Berikut pembahasan tentang gamet tersebut.

1. Seputar Genotipe

Dalam ilmu genetika dikenal interaksi genotipe dan fenotipe. Genotipe adalah sifat-sifat keturunan yang tidak dapat dilihat, namun merupakan penyebab penampakan. Sedangkan fenotipe adalah penampakannya.

Contohnya rambut lurus merupakan fenotipe, sedangkan gen yang mewariskan rambut lurus tersebut disebut genotipe. Genotipe dituliskan dalam huruf besar untuk sifat dominan dan huruf kecil untuk sifat resesif. Contoh: AA, Aa atau aa.

Gamet, yaitu sel yang berada dalam genotipe bisa ditentukan dengan diagram garpu. Contohnya genotipe AABbCc memiliki 4 gamet, yaitu ABC, ABc, AbC dan Abc. Semakin banyak pasangan kromosom dalam suatu organisme, semakin banyak keragaman gamet yang dihasilkan.

2. Hukum Mendel

Untuk menjelaskan bahwa sel kelamin yang berasal dari genotipe disebut gamet, tak lepas dari Hukum Mendel. Hukum Mendel berdasarkan pada percobaan untuk menemukan prinsip-prinsip dasar pewarisan sifat gen.

Dikutip dari Explore Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas IX, Sadiman dan Kawan-kawan (2019:71), dalam Hukum Mendel ada 2 pembuktian, yaitu:

  1. Hukum Mendel I: pasangan alel akan berpisah secara acak ketika pembentukan gamet.

    Pada pembentukan gamet secara meiosis, setiap sel gamet hanya akan memiliki satu alel dari pasangan gen saja atau segregasi. Karena itu Hukum Mendel disebut hukum segregasi secara bebas.

    Percobaannya dengan melakukan persilangan monohibrid, yaitu persilangan antara dua individu dengan satu sifat yang sangat berbeda. Contoh: Aa akan berpisah menjadi 2 gamet, yaitu A dan a.

  2. Hukum Mendel II: setiap gen atau sifat berpasangan secara bebas dengan secara bebas dengan gen atau sifat lain.

    Percobaannya dengan melakukan persilangan dihibrid, yaitu persilangan antara 2 individu sejenis dengan memerhatikan dua sifat yang berbeda. Contoh: dari induk dengan genotipe BbKk, diperoleh 4 macam gamet, yaitu BK, Bk, bK dan bk.

Baca juga: Perbedaan Kromosom, DNA dan Gen yang Perlu Diketahui

Demikianlah pembahasan bahwa sel kelamin yang berasal dari genotipe disebut gamet. Ilmu genetika sangat menarik untuk memahami keberagaman penghuni bumi. (lus)