Mengenal Gaya Bahasa Hikayat Si Miskin dan Sinopsisnya

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hikayat Si Miskin adalah salah satu karya sastra Bahasa Melayu yang dijadikan pembelajaran di sekolah. Siswa akan diajarkan mengetahui gaya bahasa Hikayat Si Miskin, unsur lain di dalam cerita, dan sinopsis.
Cerita Hikayat Si Miskin mengandung pesan moral seperti kebaikan hati, kejujuran, dan sikap baik lainnya yang bisa diteladani pembaca. Walaupun cerita tersebut sudah ada sejak dulu tetapi nilai di dalamnya masih relevan sampai saat ini.
Sinopsis Singkat Hikayat Si Miskin
Mengutip dari buku Terampil Berwicara SMU 2, J.S Kamdhi, (101), pengertian hikayat adalah sastra lama berbentuk prosa yang menceritakan tentang kejadian di kerajaan pada zaman dulu. Hikayat bersifat rekaan atau fiksi dan tidak diketahui siapa penulis aslinya.
Salah satu ciri hikayat adalah gaya cerita yang dituliskan penulis penuh dengan nilai moral dan ajaran etika. Seperti sinopsis Hikayat Si Miskin yang menceritakan tentang Kerajaan Antah Berantah yang dipimpin oleh seorang raja bernama Maharaja Indra Dewa.
Keluarga raja tersebut hidup sulit karena dikutuk Batara Indra. Suatu ketika, raja menemukan segepok emas yang mengubah hidupnya dan keluarganya. Emas tersebut digunakan untuk memperbaiki derajat keluarga.
Raja yang awalnya menjadi Si Miskin pun hidup bahagia bersama anak dan istrinya. Namun kesuksesan itu tidak disukai raja lain lalu mencari cara untuk menghancurkan kerajaan tersebut melalui anaknya.
Gaya Bahasa Hikayat Si Miskin dalam Bahasa Indonesia
Gaya bahasa Hikayat Si Miskin adalah bahasa Melayu klasik yang ditandai dengan kata-kata arkais dan kata penghubung. Selain itu, hikayat Si Miskin juga menggunakan majas dan konjungsi di awal kalimat.
Contoh kata arkais dalam cerita adalah majas antonomasia yaitu majas yang menceritakan manusia berdasarkan sifatnya yang menonjol. Selain gaya bahasa berikut unsur intrinsik lain dalam hikayat Si Miskin.
Tema: Kesabaran dan ketabahan hati bisa mendatangkan kesuksesan.
Alur: Penulis menggunakan alur maju.
Latar tempat: Negeri Antah Berantah, hutan, tepi pantai, dan lautan.
Latar suasana: Tegang, menyedihkan, dan bahagia.
Sudut pandang: Penulis menggunakan sudut pandang orang ketiga serba tahu.
Amanat: Pesan yang disampaikan penulis melalui cerita Si Miskin adalah bahwa sebagai manusia sebaiknya tidak mudah terpengaruh dengan bujukan atau perkataan orang lain.
Gaya bahasa hikayat Si Miskin sama seperti hikayat lainnya yaitu menggunakan Bahasa Melayu dan majas untuk memperindah tulisan. (GTA)
Baca Juga: Sinopsis Dandadan, Anime Romantis Komedi dari Serial Manga Populer
