Mengenal Hukum Perbandingan Volume dan Sejarah Singkat

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada pelajaran kimia, terdapat materi yang mempelajari tentang hukum perbandingan volume. Hukum ini dikenal juga dengan sebutan Hukum Gay Lussac yang berkaitan dengan peristiwa reaksi gas.
Hukum kimia ini berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Namun belum banyak orang yang mengetahuinya. Dengan mempelajari materi tersebut, maka wawasan tentang berbagai ilmu kimia akan bertambah.
Hukum Perbandingan Volume
Menurut buku Kumpulan Rumus Kimia SMA, Sri Lestari, ST (2008:100), hukum perbandingan volume oleh Gay-Lussac menyatakan sebagai berikut.
Pada suhu dan tekanan yang sama, perbandingan volume gas-gas sesuai dengan koefisien masing-masing gas.
Hukum tersebut hanya berlaku untuk zat-zat yang berfase gas. Secara umum, gas-gas yang bercampur tidak menunjukkan adanya gejala reaksi, kecuali jika diberikan perlakuan dan kondisi dimungkinkan terjadi reaksi.
Jadi, hukum perbandingan volume ini menyatakan bahwa volume gas-gas yang bereaksi dan volume gas-gas hasil reaksi bila diukur pada suhu dan tekanan yang sama akan berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana.
Dapat disimpulkan, ciri-ciri yang terdapat pada hukum perbandingan volume adalah sebagai berikut.
Tidak berlaku pada zat cair dan padat karena koefisien reaksi hanya menyatakan perbandingan nol, tidak menyatakan perbandingan volume.
Berlaku pada zat berwujud gas.
Adapun rumus pada hukum Gay Lussac sebagai berikut.
P1/T1 = P2T2 P1T2 = P2T1
Keterangan:
P1 = Tekanan mula-mula (Pa, atm atau N/m^2) P2 = Tekanan akhir (Pa, atm atau N/m^2) T1 = Suhu mutlak mula-mula (Kelvin) T2 = Suhu mutlak akhir (Kelvin)
Sejarah Singkat Hukum Perbandingan Volume
Pada tahun 1802, Gay Lussac ahli kimia Prancis melakukan percobaan pada gas oksigen (O2) yang dicampur dengan hidrogen (H2).
Dalam pencampuran kedua gas tersebut dilewatkan bunga api listrik yang menghasilkan reaksi berupa letupan dan uap air. Hal ini terjadi karena ketika suhu sampel gas dalam meningkat, tekanan gas juga akan meningkat.
Dari rankaian peristiwa tersebut Gay Lussac menemukan suatu teori bahwa saat volume gas dijaga secara konstan (seperti dalam wadah tertutup), lalu memberikan energi panas, tekanan gas akan meningkat.
Baca Juga: Mengenal Bunyi Hukum Kekekalan Massa dalam Ilmu Kimia
Hukum perbandingan volume dikenal dengan sebutan Hukum Gay-Lussac. Hukum ini hanya berlaku pada zar berwujud gas. Jadi reaksi gas dengan volume konstan akan berbanding lurus dengan suhunya. (DVA)
