Konten dari Pengguna

Mengenal Intensitas Latihan beserta Cara Menghitung dan Manfaatnya bagi Tubuh

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi intensitas latihan. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi intensitas latihan. Foto: Pexels

Dalam melakukan kompetisi maupun pembinaan biasanya akan meningkatkan intensitas latihan. Pada pembelajaran olahraga, intensitas latihan adalah kualitas latihan olahraga yang dilakukan.

Lamanya latihan yang dilakukan sangat berkaitan dengan waktu dan energi. Meningkatnya intensitas latihan membuat kalori yang dikeluarkan dalam tubuh lebih banyak. Namun, hal ini bisa membantu meningkatkan kebugaran tubuh.

Apa Itu Intensitas Latihan?

Ilustrasi intensitas latihan. Foto: Pexels

Intensitas dapat diartikan sebagai tingkatan atau ukuran. Istilah tersebut juga memiliki arti sebagai ukuran berat ringannya beban latihan yang dilakukan.

Mengutip dari buku Model Pembelajaran Permainan Bola Voli oleh Destriana, M.Pd., dkk (2021:17), menurut Sajoto (1995) intensitas latihan adalah suatu dosis (jatah) latihan yang dilakukan oleh seorang atlet menurut program yang ditentukan.

Sedangkan, menurut Martin dan Syarifuddin (2011) menjelaskan ada tingkatan intensitas yang dapat diketahui.

  • Intensitas rendah sekali (30 - 50%)

  • Intensitas rendah (50 - 60%)

  • Intensitas sedang (60 -75%)

  • Submaksimal (75 - 85%)

  • Maksimal (85 - 100%)

Cara Menghitung Intensitas Latihan

Ilustrasi intensitas latihan.Foto: Pexels

Berdasarkan teori Karvonen, bentuk latihan yang intensif dapat diukur menurut denyut jantung (heart rate). Merujuk pada buku Ilmu Kepelatihan Olahraga oleh Dr. Albertus Fenanlampir, S.Pd., M.Pd., AIFO. (2020 :67), berikut ini cara menghitung intensitas latihan dalam teori Karvonen yang perlu diketahui.

THR = RHR + 0.6 (MHR - RHR)

Keterangan:

THR = Training Heart Rate (denyut/menit) (denyut jantung latihan)

MHR = Maximum Heart Rate (denyut/menit) (denyut jantung maksimal)

RHR = Resting Heart Rate (denyut/menit) (denyut jantung waktu istirahat)

Dalam teori tersebut, RHR bisa ditentukan dengan menghitung denyut nadi dalam keadaan istirahat. MHR sendiri busa ditentukan berdasarkan persamaan sebagai berikut

MHR = 220 - Umur (dalam tahun)

Jadi, seseorang atlet yang umurnya 20 tahun, dan yang RHRnya 60 denyut/menit, THR-nya menurut rumus Karvonen adalah:

THR= RHR + 0.6 (MHR - RHR)

THR= 60 + 0.6 (220 - 60)

THR= 60 + 96

THR= 156 denyut/menit

Manfaat Intensitas Latihan bagi Tubuh

Ilustrasi intensitas latihan. Foto: Pexels

Melakukan intensitas latihan dapat memberikan manfaat bagi tubuh. Berikut ini manfaat yang bisa didapatkan oleh tubuh.

1. Menurunkan Kadar Lemak

Melakukan intensitas latihan bisa mengurangi lemak dalam tubuh. Olahraga secara intens dapat mengurangi lingkar pinggang, tanpa mengubah pola makan.

2. Meningkatkan Massa Otot

Terus-menerus melakukan aktivitas olahraga dengan intensitas waktu yang semakin meningkat bisa meningkatkan massa otot. Peningkatan otot ini terjadi pada beberapa otot pada bagian tubuh yang sering digunakan.

3. Metabolisme Tubuh Meningkat

Meningkatnya metabolisme tubuh setelah selesai berolahraga. Intensitas latihan yang ditingkatkan juga bisa membuat daya tahan tubuh meningkat.

Baca juga: 5 Rekomendasi Olahraga Bela Diri yang Bisa Jadi Pilihan

Intensitas latihan adalah tambahan waktu pada suatu program yang telah ditentukan. Dalam meningkatkannya harus memperhatikan daya tahan tubuh agar badan tidak merasa lelah. (NTA)