Konten dari Pengguna

Mengenal Istilah Bahaya Suara yang Keras Terhadap Telinga dan Contohnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bahaya suara yang keras terhadap telinga - Sumber: pixabay.com/fietzfotos
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bahaya suara yang keras terhadap telinga - Sumber: pixabay.com/fietzfotos

Bahaya suara yang keras terhadap telinga dikenal dengan istilah polusi suara. Berbagai bentuk polusi suara bukan hanya dapat merusak telinga dan pendengaran. Mereka juga dapat mengganggu lingkungan dan kesejahteraan manusia serta hewan.

Oleh karena itu, pengendalian polusi suara merupakan hal yang sangat penting. Khususnya untuk memastikan kualitas lingkungan yang lebih baik dan kesejahteraan masyarakat.

Polusi Suara: Bahaya Suara yang Keras terhadap Telinga

Ilustrasi bahaya suara yang keras terhadap telinga - Sumber: pixabay.com/sasint

Berdasarkan buku Kimia Lingkungan, Satya Darmayani, Ichlas Tribakti, dkk, (2023), pengertian polusi suara adalah adanya suara yang berlebihan, tidak diinginkan, atau mengganggu dalam lingkungan yang seharusnya tenang atau tidak berisik. Polusi suara dapat berasal dari berbagai sumber, seperti kendaraan, industri, dan konstruksi.

Bahaya suara yang keras terhadap telinga sangat mengerikan. Karena intensitas suara yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada bagian-bagian internal telinga. Telinga manusia memiliki struktur yang sangat sensitif, terutama pada bagian dalam yang disebut koklea.

Ketika suara yang kuat masuk ke telinga, gelombang suara ini dapat merusak sel-sel rambut halus yang terdapat di koklea. Sel-sel rambut ini bertugas untuk mengubah getaran suara menjadi sinyal elektrik yang dapat dipahami oleh otak.

Kerusakan pada sel-sel rambut ini dapat mengganggu kemampuan telinga. Khususnya untuk mendengar dengan jelas, jadi memang sangat berpeluang dalam menyebabkan tuli sementara atau permanen.

Contoh Sumber Polusi Suara

Ilustrasi bahaya suara yang keras terhadap telinga - Sumber: pixabay.com/pascalbeckmann

Tadi disebutkan bahwa polusi suara bisa berasal dari berbagai sumber. Berikut beberapa contoh sumbernya.

  1. Suara dari mobil, truk, motor, dan kendaraan bermotor lainnya yang beroperasi di jalan raya.

  2. Aktivitas industri seperti mesin pabrik, pembangkit listrik, dan konstruksi dapat menghasilkan suara yang sangat keras.

  3. Suara dari kereta api, pesawat terbang, kapal, dan transportasi publik lainnya dapat menjadi sumber polusi suara.

  4. Alat berat dan mesin konstruksi yang digunakan selama proyek konstruksi dapat menghasilkan kebisingan yang signifikan.

  5. Suara dari hiburan, seperti konser musik, pertunjukan, dan festival besar bisa sangat keras.

  6. Kegiatan manusia sehari-hari, seperti berbicara keras, musik keras di rumah atau di mobil, atau penggunaan alat-alat elektronik dengan volume tinggi.

  7. Terkadang alam juga bisa menjadi penyebab polusi suara, seperti badai petir atau erupsi gunung berapi.

Baca Juga: Fungsi Saraf Pendengaran dan Bagian Lain pada Telinga

Ada banyak bentuk bahaya suara yang keras terhadap telinga. Mulai dari gejala berdenging di telinga, sakit kepala, ketegangan otot, sampai dengan gangguan tidur. Paparan berkepanjangan terhadap polusi suara, dapat menyebabkan kerusakan permanen pada pendengaran. (DNR)