Mengenal Jenis Foto Close Up beserta Cara Memotret yang Tepat

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto close up adalah jenis pengambilan foto dari jarak dekat yang membuat objek foto terfokus pada satu titik. Foto close up paling sering digunakan dalam keperluan dokumen resmi seperti SIM, KTP dan lain-lain.
Jenis foto close up sudah tidak asing bagi banyak orang. Namun, sebetulnya foto close up bukan hanya foto wajah saja, melainkan objek lain yang difoto dari jarak dekat pun bisa termasuk ke dalam foto close up.
Pengertian Foto Close Up
Menurut buku Kiat menjadi Model Profesional, Ratih Sanggarwaty (2003:17), pengertian foto close up adalah pemotretan yang difokuskan pada bagian tertentu, misalnya wajah atau tangan saja.
Karena itu, yang diharapkan dari seorang foto model pada pemotretan close-up adalah permainan karakter yang maksimal. Mata dan ekspresi wajah merupakan kekuatan dalam foto semacam ini.
Foto close up menonjolkan objek dari sisi yang lebih detail. Contohnya foto untuk keperluan iklan bulu mata, maka foto akan menampilkan objek berupa bulu mata yang dipotret dalam jarak dekat sehingga terlihat sampai ke helaiannya.
Baca juga: Arti Photoshoot Lengkap dengan Teknik dalam Pengambilan Foto
Cara Memotret Foto Close Up dengan Teknik yang Tepat
Mengutip dari buku Memotret & Mengolah Foto Digital Pemula, Asdani Kindarto (2013:104), cara memotret foto secara close up dengan kamera profesional dapat mengikuti langkah-langkah berikut.
Lakukan fokus manual dengan cermat jika pemfokusan otomatis tidak memberikan hasil yang optimal.
Gerakkan maju mundur kamera untuk mendapatkan fokus yang paling tajam.
Ketahui jarak terdekat pemfokusan yang dapat dilakukan oleh lensa kamera. Apabila dibutuhkan, bisa menggunakan lensa makro atau filter close up untuk mencapai perbesaran yang diinginkan.
Pakailah tripod untuk menghindari kamera goyang saat shutter dilepaskan. Ruang tajam pada foto yang diambil dari jarak dekat akan sangat sempit sehingga perlu pintar-pintar mengambil posisi.
Gunakan lensa makro yang punya kegunaan yang sangat penting untuk pemotretan jarak dekat. Lensa makro secara khusus didesain untuk mengambil gambar dengan jarak yang sangat dekat, dengan rasio pandang 1:1 pada subjek.
Lensa makro bisa membuat efek bokeh atau efek latar belakang yang kabur (depth of filed) dengan sangat ekstrim atau sangat kabur. Lensa makro bisa membedakan antara objek foto dengan latar belakang serta membuat karakter objek makin kuat.
Alternatif lain jika tidak memiliki lensa makro adalah dengan memakai lensa zoom.
Lakukan pemotongan ketat untuk membuat objek foto tampak dominan. Pakailah tipe zoom optical, jangan digital zoom.
Adapun teknik lain selain memakai zoom optical adalah dengan lensa zoom yang memiliki rasio zoom tele.
Fokuskan pengambilan gambar hanya pada objek makro, kemudian atur tipe pengukuran cahaya dengan mode A (aperture value).
Gunakan nilai diagframa paling besar (yang ditunjukkan dengan angka paling kecil).
Proses pengambilan foto dari jarak dekat pun bisa dilakukan dan hasilnya akan tajam dengan pengaturan yang sudah diajarkan di atas.
Foto close up adalah foto yang pengambilannya memerlukan teknik khusus sehingga tidak bisa disamakan dengan memotret jarak jauh. Tujuan pemakaian teknik tersebut supaya gambar yang dihasilkan jelas dan bagus. (IMA)
