Konten dari Pengguna

Mengenal Jenis-jenis Polimer beserta Pengertian, dan Contohnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jenis-jenis polimer. Sumber: Pexels/ThisIsEngineering
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jenis-jenis polimer. Sumber: Pexels/ThisIsEngineering

Polimer merupakan senyawa makromolekul yang terdiri dari sekumpulan atom-atom . Terdapat jenis-jenis polimer yang perlu diketahui untuk menambah pengetahuan pada ilmu kimia.

Istilah tersebut sering terdengar, tetapi tidak semua orang mengetahui penjelasan lengkap mengenai polimer itu sendiri. Padahal polimer sangat berhubungan dengan benda dan bahan-bahan di sekitar manusia.

Jenis-Jenis Polimer dan Pengertiannya

Ilustrasi Jenis - jenis polimer. Sumber: Pexels/Jakub Zerdzicki

Sebelum membahas tentang jenis-jenis polimer, terlebih dahulu mengenal arti dari polimer. Menurut buku Cerdas Belajar Kimia, Nana Sutresna (2007:276), pengertian polimer adalah senyawa yang besar dan terbentuk dari hasil penggabungan sejumlah unit-unit molekul yang kecil (monomer).

Polimer berasal dari bahasa Yunani, yaitu 'poly' yang artinya banyak, dan 'meros' yang artinya bagian. Berikut adalah jenis-jenis polimer.

1. Berdasarkan Asal Polimer

Terdapat polimer yang ketersediaannya melimpah di alam atau dari reaksi dari bahan-bahan kimia.

  • Polimer alam adalah jenis yang terdapat pada makhluk hidup. Umunnya bahan tersebut mudah mengalami kerusakan karena organisme tertentu. Contohnya wol, sutra, jaring laba-laba.

  • Polimer sintetis yang disebut juga sebagai polimer buatan. polimer yang tidak ada di alam dan harus dibuat oleh manusia. Umumnya memiliki ketahanan yang lebih baik dan banyak digunakan untuk tujuan komersil. Contohnya selulosa asetat.

2. Berdasarkan Pembentukan

Proses pembentukan polimer disebut dengan istilah polimerisasi. Berikut adalah kategori berdasarkan jenis reaksinya.

  • Polimer adisi memiliki mononer yang merupakan senyawa tak jenuh dan berikatan rangkap dua. Jadi, reaksi ikatan rangkap diurai menjadi ikatan tunggal dan atom ditambahkan ke senyawa yang terbentuk. Contohnya teflon, PVC, dan PVA.

  • Polimer kondensasi merupakan gabungan dari gugus fungsi antara dua monomer. Jadi, polimerisasi kondensasi adalah reaksi yang membentuk polimer dari monomer dengan dua gugus fungsi. Contohnya nilon, silicon rubber, dan poliester.

3. Berdasarkan Sifat Polimer

Terdapat sifat yang membedakan jenis-jenis polimer satu dengan yang lain. Di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Termoplastik yang memiliki gaya molekul sedang dan polimer yang lunak tersebut jika dipanaskan dan dapat berubah bentuk. Contohnya Polyethylene (PE).

  • Termosetting adalah jenis polimer yang tetap keras dan tidak lunak jika terkena panas. Polimer ini hanya dapat dipanaskan satu kali.Contohnya melamin resin.

Baca Juga: Jenis-jenis Isomer dalam Hidrokarbon Berdasarkan Ilmu Kimia

Itulah penjelasan tentang jenis-jenis polimer yang dapat dibedakan berdasarkan asal, pembentukan, dan sifatnya. Selain sangat bermanfaat bagi kebutuhan manusia, polimer juga dapat menjadi bahan baku dalam dunia industri. (DVA)