Konten dari Pengguna

Mengenal Kaidah Kebahasaan Artikel dan Contohnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kaidah kebahasaan artikel. Sumber foto: Pixabay/StockSnap
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kaidah kebahasaan artikel. Sumber foto: Pixabay/StockSnap

Penulisan teks artikel yang baik memerlukan penerapan kaidah kebahasaan yang tepat. Kaidah tersebut meliputi beragam aspek yang penting untuk memastikan informasi dapat disampaikan dengan efektif. Dalam hal ini, salah satu bentuk kaidah kebahasaan artikel, yaitu banyak menggunakan konjungsi.

Artikel biasanya ditulis secara jelas dan tidak bertele-tele karena mengandung kepadatan isi yang sesuai. Selain itu, teks ini juga disusun berdasarkan fakta dengan sudut pandang yang objektif.

Mengenal Kaidah Kebahasaan Artikel

Ilustrasi kaidah kebahasaan artikel. Sumber foto: Pixabay/ChristopherPluta

Menurut buku Teknik Menulis Artikel Memikat, Dodi Mawardi, (2020: 18), pengertian artikel adalah karya tulis dengan panjang yang tidak ditentukan, yang bertujuan untuk menyampaikan gagasan, informasi serta fakta dengan maksud mendidik, menghibur, dan meyakinkan

Dalam penyusunannya, penulis harus memperhatikan kaidah kebahasaan yang benar agar pembaca mudah memahami artikel yang dimuat. Adapun kaidah kebahasaan artikel adalah sebagai berikut.

1. Pengunaan Kata Denotatif

Artikel menggunakan kata-kata bermakna sebenarnya (dekorasi). Meskipun begitu, beberapa jenis artikel juga memakai kata konotatif untuk memperindah dan mempopulerkan tulisannya.

2. Memakai Kata Teknis

Dalam artikel tidak jarang ditemukan ragam kata teknis. Kata ini merupakan kata peristilahan yang umumnya berkenaan dengan topik pembahasan.

3. Pengunaan Konjungsi

Konjungsi berperan penting untuk menunjukkan hubungan dan keterpaduan antar kalimat Beberapa jenis konjungsi yang sering digunakan dalam artikel, antara lain konjungsi kausalitas (sebab, karena, jika), konjungsi kronologis (sebelum itu, kemudian, pada akhirnya), dan konjungsi perbandingan/ pertentangan (sebaliknya, berbeda halnya).

4. Kata Kerja Mental

Kata kerja mental dapat disebut juga dengan mental verba. Bentuk kata mental yang biasanya terdapat pada artikel, yaitu diharapkan, memperkirakan, memprihatinkan, menduga, menyimpulkan, berpendapat, berasumsi, dan mengagumkan.

5. Memakai Kata Perujukan

Kata perujukan yang pakai untuk mengawali kalimat sebelum menyatakan data yang menjadi sumber dalam teks. Contohnya adalah merujuk pada pendapat, menurut pendapat, dan berdasarkan data,

6. Kata Persuasi

Kata persuasi bertujuan untuk memengaruhi pembaca. Seperti halnya kata sebaiknya, hendaklah, dan perlu.

Contoh Artikel dengan Kaidah Kebahasaan yang Tepat

Ilustrasi kaidah kebahasaan artikel. Sumber foto: Pixabay/wal_172619

Setelah mencermati ulasan mengenai kaidah kebahasaan artikel, untuk memperdalam pemahaman pembaca di bawah ini merupakan contoh artikel dengan ketentuan penulis yang tepat mengutip Buku Ajar Bahasa Indonesia, Fitri Itut Rahayu, dkk, (2023 : 65-67).

Contoh 1

Menjaga Imunitas Tubuh Itu Mudah!

Belakang ini, Anda mungkin sering mendengar istilah imunitas tubuh. Tapi, sudah tahukah Anda apa yang dimaksud istilah tersebut? Secara sederhana, imunitas tubuh adalah kemampuan kekebalan tubuh melawan suatu penyakit.

Sejak lama, para ahli kesehatan membuat penelitian melahirkan berbagai cara agar manusia memiliki imunitas tubuh kuat. Namun, semua cara sejatinya hanya bermuara pada dua cara utama saja.

Pertama, menjaga pola makan. Untuk poin pertama, maksudnya Anda perlu memperhatikan asupan nutrisi harian. Pastikan bahwa makanan dan minuman yang Anda konsumsi bukan hanya halal, tetapi juga bergizi dan terjamin higienis.

Kedua, menjaga pola hidup. Sedangkan poin kedua, maksudnya Anda perlu menghindari perilaku-perilaku yang merusak tubuh. Misalnya, merokok, minum alkohol, keseringan begadang, dan banyak lagi. Selain itu, Anda juga harus banyak berolahraga.

Jika kedua poin ini Anda laksanakan, tubuh Anda pasti akan lebih kuat dalam melawan potensi penyakit. Siap melaksanakannya?

Contoh 2

Pentingnya Promosi Digital

Zaman sudah berubah. Sudah semestinya, setiap pelaku usaha menyesuaikan diri dengan keadaan. Termasuk dalam merancang strategi promosi. Jika tidak, jangan menyesal bila akhirnya usahanya merugi.

Ada beberapa alasan penting mengapa beralih ke strategi digital itu penting. Kami merangkumnya dalam tiga poin. Dengan digitalisasi, promosi bisa memiliki jangkauan lebih luas. Secara hitung-hitungan biaya, promosi digital jauh lebih murah ketimbang cara-cara konvensional.

Perilaku konsumen sudah berubah, mereka sangat akrab dengan belanja online. Bahkan, dalam beberapa produk mereka lebih senang membeli secara online ketimbang offline.

Dengan tiga alasan di atas, rasa-rasanya semua harus pelaku usaha tak bisa menganggap remeh promosi dengan cara baru ini. Kecuali, jika sudah siap usahanya bangkrut. Bagaimana dengan Anda?

Itulah beberapa kaidah kebahasaan artikel yang perlu diketahui. Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca dalam memahami cara penyampaian artikel yang baik dan efektif secara bahasa. (Riyana)

Baca Juga: 4 Contoh Penutup Artikel yang Menarik