Mengenal Kaidah Kebahasaan Drama, Unsur-unsur dan Strukturnya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kaidah kebahasaan drama penting diketahui dalam penyusunan naskah drama. Teks dalam naskah drama harus mampu membantu pemain menghidupkan tokoh yang dimainkannya dan menghidupkan skenario drama secara keseluruhan.
Naskah drama yang bagus bisa melangkah jauh hingga dijadikan buku dan diadaptasi ke film. Untuk itu, kaidah kebahasaan, unsur-unsur dan struktur dalam naskah drama harus diketahui lebih dahulu.
Kaidah Kebahasaan Drama
Dikutip dari Top One Ulangan Harian SMA/MA IPA Kelas XI, Tim Super Tentor (2018:155), drama dana genre sastra yang menggambarkan kehidupan melalui tingkah laku (akting) atau dialog yang dipentaskan.
Naskah sebagai acuan jalannya sebuah drama harus dipersiapkan dengan baik, antara lain mengikuti kaidah kebahasaan drama. Berikut kaidah dalam kebahasaan drama, yaitu:
Menggunakan bahasa Indonesia yang tidak baku. Dalam beberapa adegan terlihat santai seperti komunikasi sehari-hari.
Menggunakan diksi yang bertenaga dan disampaikan dengan dramatik.
Menggunakan kalimat-kalimat efektif meski berupa dialog panjang.
Dalam pemilihan kata cenderung memperhatikan estetika atau keindahan bahasa.
Unsur-unsur Drama
Unsur-unsur yang mempengaruhi naskah drama ada 2, yaitu ekstrinsik dan intrinsik.
Unsur-unsur ekstrinsik drama meliputi:
Latar belakang penulis naskah.
Nilai-nilai yang dipercayai penulis naskah.
Kondisis sosial dan budaya, bahkan politik dan hukum.
Sedangkan unsur-unsur intrinsik drama meliputi:
Alur, yaitu rangkaian cerita yang mengalir secara kronologis.
Penokohan, yaitu watak atau tokoh dalam cerita tersebut.
Latar belakang cerita, meliputi waktu, tempat dan suasana.
Tema, yaitu pokok cerita yang ingin disampaikan ke penonton.
Dialog, umumnya dialog dalam drama dikemas dalam teks yang puitis dan estetik.
Struktur Naskah Drama
Naskah drama harus mengikuti suatu struktur agar penonton dapat mengikuti seluruh alur cerita. Secara umum, struktur dalam suatu naskah drama terdiri dari:
Orientasi, yang membimbing penonton untuk mengenali para tokoh dan latar belakang cerita. Kadang awal konflik sudah muncul untuk memberi gambaran tentang bagaimana drama tersebut akan dikembangkan.
Komplikasi yang berisi inti cerita atau konflik yang terus meningkat hingga memuncak.
Resolusi sebagai bagian akhir cerita. Resolusi menggambarkan kondisi tokoh atau situasi, yang bisa berakhir bahagia, tragis, menggantung dan sebagainya.
Baca juga: 6 Contoh Seni Sastra beserta Fungsi dan Ciri-cirinya
Itulah kaidah kebahasaan drama, unsur-unsur dan struktur yang penting diketahui untuk mendukung terciptanya sebuah naskah drama. Naskah memang hanya merupakan sebagian dari seluruh produksi drama, namun itu merupakan awal dari segalanya. (lus)
