Mengenal Komponen Abiotik Penyusun Ekosistem

Ragam Info
Akun yang membahas berbagai informasi bermanfaat untuk pembaca.
Konten dari Pengguna
26 Februari 2024 16:54 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Komponen Abiotik Penyusun Ekosistem. Sumber: Pexels/Francesco Ungaro
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Komponen Abiotik Penyusun Ekosistem. Sumber: Pexels/Francesco Ungaro
ADVERTISEMENT
Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk dari proses reaksi timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Dalam ekosistem terdapat komponen penyusun, salah satunya adalah komponen abiotik penyusun ekosistem.
ADVERTISEMENT
Komponen abiotik memiliki fungsi penting dalam suatu ekosistem. Fungsi utama komponen abiotik adalah sebagai faktor dominan yang memengaruhi reproduksi suatu spesies organisme atau makhluk hidup dalam suatu ekosistem.

Komponen Abiotik Penyusun Ekosistem

Ilustrasi Komponen Abiotik Penyusun Ekosistem. Sumber: Pexels:Mostafa El Shershaby
Mengutip buku BUPELAS Pemetaan Materi & Bank Soal IPA SMP Kelas 7 karya Tim Maestro Genta (2020:142), komponen abiotik adalah sekelompok benda tak hidup baik secara kimia maupun fisik yang menjadi tempat hidup makhluk hidup dalam suatu ekosistem. Komponen abiotik penyusun ekosistem dapat berupa air, tanah ataupun suhu.
Unsur abiotik memiliki peran yang cukup penting untuk menjaga kelangsungan hidup organisme dalam suatu ekosistem. Berikut adalah beberapa komponen abiotik yang turut serta dalam menyusun ekosistem.

1. Iklim

Suhu udara, curah hujan, kelembapan udara, dan tekanan atmosfer adalah faktor iklim yang memengaruhi ekosistem. Iklim yang berubah dapat memiliki dampak besar pada organisme dan struktur ekosistem.
ADVERTISEMENT

2. Tanah

Kandungan nutrisi, tekstur, dan struktur tanah memengaruhi pertumbuhan tanaman dan mikroorganisme di dalamnya. pH tanah juga dapat memainkan peran penting dalam menentukan jenis tanaman yang dapat tumbuh.

3. Air

Ketersediaan air sangat penting untuk kehidupan. Ketersediaan air dapat mempengaruhi distribusi organisme dan menciptakan berbagai tipe ekosistem, seperti ekosistem air tawar, dan ekosistem laut.

4. Udara

Udara merupakan unsur abiotik yang menjadi kebutuhan utama bagi semua organisme, berfungsi sebagai sumber oksigen yang vital untuk sistem pernapasan. Sebaliknya, karbon dioksida merupakan hasil respirasi dari makhluk hidup, dihasilkan oleh manusia dan hewan.

5. Cahaya Matahari

Energi matahari adalah sumber energi utama dalam ekosistem. Proses fotosintesis oleh tumbuhan dan alga mengubah energi matahari menjadi energi kimia yang dapat digunakan oleh organisme lain dalam rantai makanan.
ADVERTISEMENT

6. Topografi

Bentuk lahan, kemiringan lereng, dan ketinggian memengaruhi pola aliran air dan pengaruh mikroiklim di suatu wilayah. Hal ini dapat memengaruhi jenis-jenis tanaman dan hewan yang dapat hidup di suatu area.

7. Batu dan Mineral

Komposisi geologis suatu wilayah dapat mempengaruhi sifat tanah dan ketersediaan mineral. Beberapa organisme memerlukan jenis tanah atau substrat tertentu untuk berkembang biak.

8. Kepadatan dan Tekanan

Tekanan atmosfer dan kedalaman air di ekosistem akuatik memengaruhi organisme yang dapat hidup di sana. Tekanan atmosfer dapat berubah dengan ketinggian, sedangkan tekanan air dapat berubah dengan kedalaman di perairan.
Itulah penjelasan mengenai komponen abiotik penyusun ekosistem. Semua komponen abiotik ini saling terkait dan menciptakan kondisi lingkungan yang membentuk ekosistem tertentu. (BAI)
ADVERTISEMENT