Konten dari Pengguna

Mengenal Komponen Utama Kerangka Pembelajaran Mendalam

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Komponen Utama Kerangka Pembelajaran Mendalam Mencangkup. Sumber: Pexels/Max Fischer
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Komponen Utama Kerangka Pembelajaran Mendalam Mencangkup. Sumber: Pexels/Max Fischer

Dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, pemerintah Indonesia mempersiapkan berbagai pendekatan pembelajaran, salah satunya pembelajaran mendalam. Ada beberapa komponen utama kerangka pembelajaran mendalam mencangkup hal-hal pendukung dalam pendekatan ini.

Pembelajaran mendalam pada dasarnya telah diterapkan di beberapa negara sebagai prinsip kurikulum dan pendekatan pembelajaran. Pendekatan pembelajaran mendalam ini sudah diterapkan di Indonesia, tetapi masih sangat terbatas, sehingga masih perlu pengkajian lebih lanjut.

Mengenal Komponen Utama Kerangka Pembelajaran Mendalam Mencangkup Apa Saja

Ilustrasi Komponen Utama Kerangka Pembelajaran Mendalam Mencangkup. Sumber: Pexels/Tima Miroshnichenko

Mengutip website resmi Kemdikbud (kemdikbud.go.id), pembelajaran mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu.

Komponen utama kerangka pembelajaran mendalam mencangkup empat hal penting yang mendukung konsep pembelajaran ini. Berikut penjelasan lengkap mengenai komponen-komponen kerangka pembelajaran mendalam yang penting diketahui.

1. Dimensi Profil Lulusan

Dimensi profil lulusan merupakan sasaran utama dalam pembelajaran mendalam. Delapan dimensi utama yang dikembangkan meliputi keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME, kebhinekaan global, gotong royong, kemandirian, bernalar kritis, kreatif, komunikasi, dan kewarganegaraan.

Setiap dimensi utama ini dirancang untuk membentuk manusia pembelajar sepanjang hayat yang mampu menghadapi tantangan abad ke-21 secara adaptif dan kolaboratif. Dimensi ini juga menjadi panduan dalam menyusun capaian pembelajaran di setiap jenjang pendidikan.

2. Prinsip Pembelajaran

Prinsip pembelajaran mendalam menekankan pada tiga aspek utama, yaitu berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Berkesadaran berarti proses belajar terjadi secara sadar oleh peserta didik dengan memahami tujuan belajar, merancang strategi, dan mengevaluasi prosesnya.

Bermakna mengacu pada keterkaitan antara materi pembelajaran dengan konteks kehidupan nyata, menjadikan belajar relevan dan kontekstual.

Menggembirakan menekankan pentingnya menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, memicu rasa ingin tahu, serta mendukung kesehatan mental dan emosi siswa.

3. Pengalaman Belajar

Pengalaman belajar dalam kerangka pembelajaran mendalam dibangun melalui tiga tahapan utama, yaitu memahami, mengaplikasikan, dan merefleksi. Berikut penjelasan tiap tahapan yang perlu diketahui.

  • Tahapan memahami bertujuan untuk membantu siswa membangun fondasi konsep yang kuat melalui eksplorasi, diskusi, dan pengamatan.

  • Mengaplikasikan berarti siswa diberi kesempatan menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam berbagai konteks nyata seperti pemecahan masalah atau proyek kolaboratif.

  • Tahap refleksi memungkinkan siswa mengevaluasi proses belajar sendiri, menyadari kekuatan dan kelemahan, serta menyusun strategi untuk perbaikan diri.

4. Kerangka Pembelajaran

Kerangka pembelajaran sebagai lapisan implementatif terdiri atas empat aspek kunci, yaitu praktik pedagogis, lingkungan pembelajaran, kemitraan pembelajaran, dan pemanfaatan teknologi digital. Berikut penjelasan masing-masing aspeknya.

  • Praktik pedagogis mencakup pendekatan pembelajaran aktif seperti inkuiri, projek, kolaborasi, dan strategi diferensiasi, yang memungkinkan keterlibatan siswa secara maksimal.

  • Lingkungan pembelajaran meliputi ruang fisik, sosial, dan emosional yang aman, inklusif, serta mendukung kebebasan berekspresi dan eksplorasi.

  • Kemitraan pembelajaran melibatkan hubungan kolaboratif antara guru, siswa, orang tua, komunitas, dan dunia usaha dalam mendukung proses belajar.

  • Pemanfaatan teknologi digital digunakan untuk memperluas akses, memperkaya konten, dan mendukung pembelajaran yang fleksibel, adaptif, dan personal.

Melalui penjelasan komponen-komponen tersebut, dapat dilihat bahwa komponen utama kerangka pembelajaran mendalam mencangkup empat pilar utama yang saling terkait untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna, reflektif, dan menyenangkan. (BAI)

Baca Juga: Apa yang Merupakan Contoh Dari Praktik Pedagogis dalam Pembelajaran Mendalam?