Konten dari Pengguna

Mengenal Latar Cerita Parki dan Alergi Telur

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi. Latar cerita Parki dan Alergi Telur. Sumber: Pexels / Suzy Hazelwood
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi. Latar cerita Parki dan Alergi Telur. Sumber: Pexels / Suzy Hazelwood

Latar cerita Parki dan Alergi Telur menjadi salah satu pertanyaan yang banyak ditanyakan siswa ketika mempelajari unsur dalam cerita fiksi. Dalam proses pembuatan cerita fiksi, pengarang diharuskan memenuhi berbagai unsur yang telah diatur seperti unsur latar cerita.

Latar cerita menjadi unsur yang cukup penting karena di dalamnya terdapat penjelasan mengenai latar waktu, latar tempat dan latar suasana yang akan membantu menggambarkan jalan cerita tersebut. Karena itu, latar cerita tidak boleh dilupakan oleh pengarang dalam membuat cerita fiksi.

Latar Cerita Parki dan Alergi Telur untuk Referensi Pembelajaran Karya Sastra

Ilustrasi. Latar cerita Parki dan Alergi Telur. Sumber: Pexels / Missael Balboa

Dikutip dari buku Bahasa Ind SD/MI Kls 6 (2006), Sehata & Tugiman, (157), latar cerita adalah tempat terjadinya suatu cerita. Latar terdapat dua macam yaitu latar tempat dan latar waktu. Namun di pengertian yang lain, latar terbagi menjadi tiga yaitu latar waktu, latar tempat dan latar suasana.

Dengan cukup pentingnya latar cerita dalam cerita fiksi. Mengharuskan siswa untuk bisa memahami setiap penjelasan mengenai latar cerita dan mampu menganalisis dalam setiap cerita fiksi yang dipelajarinya. Salah satu cerita fiksi yang dipelajari oleh siswa yaitu Parki dan Alergi Telur.

Untuk lebih memahami alur cerita fiksi tersebut, siswa perlu tahu berbagai unsur di dalamnya. Oleh karena itu, penting untuk tahu latar cerita Parti dan Alergi Telur. Lebih lengkap, berikut penjeleasan jawabannya.

1. Latar Tempat

  • Rumah: “Cepat ia berlari ke kamar Parki".

  • Rumah Sakit: “Akhirnya, sore itu mereka ke dokter. Dokter memeriksa mata Parki beberapa kali sebelum akhirnya bertanya”.

2. Latar Waktu

  • Pagi hari: “Suatu pagi, ketika Parki bangun tidur. Ia merasa matanya berat sekali. Dikucek-kuceknya matanya. Terasa ada sesuatu di kelopaknya. Cepat ia menuju cermin. Astaga! Apakah itu? Kenapa ada bengkak di kelopak matanya?”

  • Sore hari: “Akhirnya, sore itu mereka ke dokter. Dokter memeriksa mata Parki beberapa kali sebelum akhirnya bertanya”.

3. Latar Suasana

  • Bosan: “Akan tetapi, tetap saja itu telur! Aarggh! Parki bosan, tetapi Parki tidak ingin membantah ibu”.

  • Panik: “Ada apa? Ada apa?” Ayah ikut-ikutan panik. Ia takut sekali kalau ada sesuatu yang gawat terjadi”.

  • Gembira: “Sebaliknya, Parki jurus merasa gembira”.

Demikian penjelasan mengenai latar cerita Parki dan Alergi Telur sebagai salah satu cerita fiksi yang dipelajari oleh siswa. Latar cerita menjadi salah satu unsur yang cukup penting untuk membangun suasana dari cerita fiksi. (RFL)

Baca juga: Latar Cerita Malin Kundang dan Tokohnya