Mengenal Makna Lambang Sila Keempat Pancasila Lengkap dengan Contohnya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lambang sila keempat Pancasila adalah kepala banteng. Tentunya, simbol kepala banteng memuat filosofi di dalamnya, yaitu berkaitan erat dengan musyawarah dan mufakat. Sebagaimana sesuai dengan nilai yang terdapat pada sila keempat.
Berkaitan dengan hal tersebut, pengetahuan tentang masing-masing simbol Pancasila penting untuk diketahui oleh seluruh warga negara Indonesia. Lantaran, terkandung nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Lantas, makna apakah yang terdapat pada sila keempat Pancasila?
Mengenal Makna Lambang Sila Keempat
Berdasarkan buku Pasti Bisa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SD/MI Kelas IV, Tim Tunas Karya Guru, (2017:2), lambang sila keempat adalah kepala banteng. Banteng merupakan binatang yang suka berkumpul, sama dengan manusia di mana pengambilan keputusan dilakukan secara musyawarah, kekeluargaan, dan gotong royong.
Berdasarkan hal tersebut, simbol kepala banteng selaras dengan bunyi sila keempat Pancasila “kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.”
Lantaran banteng disebut juga sebagai hewan sosial yang kerap berkerumun. Seperti halnya musyawarah yang dilakukan dengan berkumpul bersama-sama untuk menyelesaikan suatu permasalahan.
Contoh Penerapan Sila Keempat Pancasila
Setelah mengetahui lambang sila keempat Pancasila adalah kepala banteng. Berikut ini contoh pengalaman sila keempat dalam kehidupan sehari-hari yang bisa diketahui.
Salah satu contoh pengalaman sila keempat, yaitu masyarakat memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil rakyat yang telah terpilih melalui pemilu.
Tidak hanya rakyat, sudah sepatutnya wakil rakyat harus mampu membawa aspirasi rakyat. Sebagai salah satu bentuk cerminan nilai Pancasila.
Tidak memaksakan kehendak pribadi kepada orang lain baik ketika dalam musyawarah maupun di luar forum.
Selalu menghormati dan menghargai pendapat orang lain.
Menerima setiap keputusan yang dihasilkan dalam musyawarah tanpa ada rasa benci dan dendam.
Mempertanggungjawabkan bersama keputusan musyawarah, termasuk menjalankan dengan sepenuh hati hasil keputusan yang ada.
Saat terjadi permasalahan selalu mengutamakan musyawarah untuk mencapai mufakat dalam menyelesaikannya.
Meskipun telah melakukan musyawarah dalam pengambilan keputusan, perlu untuk tetap memperhatikan etika saat pelaksanaannya. Seperti menghindari aksi walk out
Tidak golput dan berpartisipasi aktif pada pemilihan umum, baik pemilihan presiden, gubernur, hingga bupati sekalipun.
Baa Juga: Makna Sila-Sila Pancasila beserta Lambangnya
Demikian dapat disimpulkan bahwa lambang sila keempat Pancasila adalah kepala banteng. Terdapat makna dan contoh pengalamannya yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bermanfaat. (Riyana)
