Konten dari Pengguna

Mengenal Mapel KKA dalam Kurikulum Nasional

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mapel KKA adalah. Sumbar foto: Pixabay/ StartupStockPhotos
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mapel KKA adalah. Sumbar foto: Pixabay/ StartupStockPhotos

Mapel KKA adalah jenis pembelajaran terbaru yang terdapat dalam sistem kurikulum nasional. Adanya mata pelajaran ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperkuat keterampilan IPTEK bagi setiap peserta didik.

Pengajaran KKA akan diterapkan di berbagai jenjang pendidikan. Seperti halnya untuk tingkat sekolah dasar. Khususnya bagi siswa kelas 5 dan 6. Selain itu, KKA juga diajarkan untuk siswa SMP serta SMA/SMK di semua tingkatan.

Mengenal Mapel KKA dalam Kurikulum Nasional dan Penjelasannya

Ilustrasi mapel KKA adalah. Sumbar foto: Pixabay/ markusspiske

Mengutip laman resmi kurikulum.kemendikbud.go.id, mapel KKA adalah singkatan dari pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial. Integrasi mata pelajaran KKA dalam kurikulum menjadi wujud inovasi pendidikan di era modern.

Pada hakikatnya, Koding dan Kecerdasan Artifisial tidak hanya mengedepankan terkait pemahaman teknologi saja. Lebih daripada itu, KKA turut mencakup pada aspek kesadaran etis dalam penggunaannya.

Implementasi KKA juga memiliki peranan penting dalam meningkatkan literasi digital. Hal tesebut sangat bermanfaat untuk mengasah ketrampilan berpikir kritis dan analitis para siswa.

Adapun pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial dapat dibedakan empat konsep pokok. Untuk lebih memahaminya, berikut merupakan penjelasan mengenai pokok konsep dalam mapel KKA yang dapat disimak.

1. Berpikir Komputasional

Berpikir komputasional merupakan kemampuan berpikir yang melibatkan tahapan dekomposisi. Artinya, masalah masalah besar dikonversikan menjadi lebih kecil. Selain itu, berpikir komputasional juga mencakup kemampuan untuk memahami pola dalam data (pattern recognition).

Kemudian, konsep komputasional turut melibatkan upaya untuk menyaring informasi relevan (abstraksi). Dengan begitu, solusi secara logis dapat disusun menggunakan langkah-langkah algoritmic thinking.

2. Pemrograman dan Koding

Pada mapel KKA, peserta didik akan mempelajari tentang pemrograman dan koding. Topik ini melibatkan beberapa tahapan yang cukup kompleks. Di antaranya, yaitu berupa penulisan, pengujian, dan pengembangan aplikasi. Dalam implementasinya, setiap proses tersebut memerlukan kemampuan logika, algoritma serta struktur data.

3. Kecerdasan Artifisial (KA)

Kecerdasan artifisial adalah kemampuan sistem untuk menginterpretasikan suatu data untuk mewujudkan suatu input tertentu. KA memiliki keterkaitan yang erat dengan pengembangan sistem dan teknologi komputer.

4. Praktik Pembelajaran

Praktik pembelajaran merupakan aspek penting yang patut dipahami oleh pendidik. Tujuannya, yaitu agar pembelajaran KKA dapat berlangsung secara efektif dan efisien.

Dengan ini, terdapat beberapa pendekatan yang dapat diterapkan oleh pengajar. Di antaranya yaitu metode pluged coding, unpluged coding, dan intenet-based coding.

Jadi, mapel KKA adalah pembelajaran yang mampu menunjang kompetensi dan keterampilan digital. Setelah mempelajarinya, peserta didik dapat mengembangkan penguasaan di bidang teknologi dengan lebih mendalam. (Riyana)

Baca Juga: Apakah Ada Proses Proses Kerja atau Pembelajaran yang Bisa “Digabungkan”?