Konten dari Pengguna

Mengenal Metamorfosis Nyamuk Demam Berdarah

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi metamorfosis nyamuk demam berdarah. sumber: pexels/pixabay
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi metamorfosis nyamuk demam berdarah. sumber: pexels/pixabay

Untuk memutus rantai penyakit demam berdarah, ada baiknya mengenal metamorfosis nyamuk demam berdarah. Penyakit ini berbahaya karena jika tidak mendapatkan penanganan yang cepat akan berakibat kematian.

Nyamuk demam berdarah disebut Aedes aegypti. Mereka meletakkan telur di tempat yang tergenang air. Ciri khusus dari tubuhnya yang berpola hitam gelap di bagian perut, dada, dan kaki.

Metamorfosis Nyamuk Demam Berdarah

ilustrasi metamorfosis nyamuk demam berdarah. sumber: pexels/Ravi Kant

Menurut buku Kreatif Tematik Tema 5 Ekosistem Kelas V untuk SD/MI, Tim Tunas Karya Guru: Rusto Wibowo, M.Pd.; Drs. Sunarto, M.Pd.(hal.32), perubahan bentuk dalam perkembangan hidup hewan ini disebut metamorfosis.

Nyamuk yang menghisap darah manusia adalah nyamuk betina. Darah diperlukan nyamuk untuk mematangkan telur di tubuhnya. Berikut adalah metamorfsosis nyamuk demam berdarah.

1. Telur

Bentuk telur nyamuk pipih, lonjong, berwarna hitam dan berukuran sekitar 0,8 mm. Mengapung satu per satu pada permukaan air jernih, atau menempel pada dinding tempat penampungan air. Nyamuk dapat bertelur kurang lebih 100 butir sekali bertelur.

2. Larva

Butuh waktu 2 hari untuk telur menetas menjadi larva. Pergantian kulit sebanyak 4 kali akan menyesuaikan perubahan ukuran nyamuk sebelum melakukan fase transisi pupa.

3. Pupa atau Kepompong

Untuk menjadi pupa, butuh waktu 5-8 hari dari bentuk larva. Pupa berbentuk seperti koma tidak perlu makan dan memakan waktu sekitar 2 – 4 hari untuk berkembang menjadi nyamuk.

4. Nyamuk Dewasa

Ketika kepompong terbuka maka akan muncul kepala nyamuk sebelum terbang ke udara. Nyamuk ini berwarna dasar hitam dengan bintik putih di badan dan kaki. Setelah keluar dari pupa, mereka akan beristirahat di permukaan air sementara waktu.

Mencegah Nyamuk Demam Berdarah

iluatrasi metamorfosis nyamuk demam berdarah. sumber: pexels/Jimmy Chan

Setelah mengetahuinya tahapan metamorfosisnya, masyarakat dapat melakukan upaya pencegahan untuk menekan populasi nyamuk demam berdarah. Berikut uraiannya.

  • Menutup tempat penampungan air.

  • Membuang barang-barang bekas yang dapat menjadi tempat tinggal nyamuk.

  • Menguras rutin tempat penampungan air.

  • Memasang kelambu di tempat tidur dan tempat beraktivitas.

Baca Juga: 3 Jenis Nyamuk dan Bahayanya Bagi Manusia

Mempelajari metamorfosis nyamuk demam berdarah, maka akan mempermudah masyarakat untuk mengambil langkah pencegahan memberantas nyamuk penyebar penyakit tersebut. (DVA)