Mengenal Nama Proses Pembuatan Besi dan Penjelasannya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Besi adalah salah satu logam yang paling banyak digunakan di dunia, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam industri. Dalam prosesnya, ada nama proses pembuatan besi yang belum banyak diketahui.
Menurut buku Pengantar Proses Pembuatan Besi : Proses Utama dan Alternatifnya, Sungging Pintowantoro, Fakhreza Abdul (2021:2), besi merupakan logam yang sangat penting dan sangat banyak digunakan pada aplikasi industri dan kehidupan manusia sehari-hari. Produksi di dunia hampir mencakup 93% dari semua produksi loham yang ada.
Apa Nama Proses Pembuatan Besi?
Nama proses pembuatan besi adalah tanur tinggi dengan langkah awal dalam prosesnya melalui peleburan besi. Proses pembuatan besi menggunakan tanur tinggi adalah salah satu metode yang umum digunakan dalam industri metalurgi.
Proses ini merupakan tahap awal dalam mengubah bijih besi menjadi besi cair yang kemudian dapat dicetak menjadi berbagai produk besi yang berguna.
Tanur tinggi adalah struktur besar berbentuk silinder yang tinggi, biasanya terbuat dari batu bata tahan api. Tanur ini merupakan pusat dari proses peleburan besi, di mana bijih besi dan bahan bakar lainnya dimasukkan untuk menghasilkan besi cair.
Pada angkah awal dalam proses pembuatan besi melalui tanur tinggi adalah mempersiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan. Ini meliputi bijih besi, kokas (karbon padat), dan batubara sebagai bahan bakar. Kokas dan batubara digunakan sebagai sumber panas yang diperlukan untuk melebur bijih besi.
Baca juga: Pengertian dan Manfaat Bijih Besi dalam Kehidupan Sehari-hari
Proses Pembuatan Besi
Seperti apa berlangsungnya proses pembuatan besi? Berikut penjelasannya.
1. Peleburan Besi
Bijih besi dimasukkan ke dalam tanur tinggi bersama dengan kokas dan batubara. Di dalam tanur tinggi, bahan-bahan tersebut dipanaskan hingga suhu yang sangat tinggi, di mana bijih besi meleleh dan terpisah dari kotoran-kotoran serta mineral-mineral lainnya.
Proses ini menghasilkan besi cair yang kemudian dapat dikumpulkan di bagian bawah tanur.
2. Proses Reduksi
Selama proses peleburan, kokas dan batubara berfungsi sebagai agen reduksi. Mereka mereaksikan oksigen dalam bijih besi, membentuk gas karbon monoksida (CO) dan dioksida (CO2).
Gas-gas ini bereaksi dengan bijih besi, mengurangi oksigen dioksida dan menghasilkan besi cair serta gas-gas lainnya.
3. Kontrol Proses
Proses di dalam tanur tinggi perlu dikendalikan dengan hati-hati untuk memastikan suhu dan komposisi gas yang tepat. Hal ini memungkinkan produksi besi cair yang berkualitas tinggi dengan sedikit kotoran dan kadar karbon yang sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan.
Menggunakan metode tannur tinggi memberikan beberapa keuntungan, yaitu:
Tanur tinggi dapat menghasilkan besi cair dalam jumlah besar secara kontinu, sehingga cocok untuk produksi massal.
Proses reduksinya menggunakan bahan bakar padat, seperti kokas dan batubara, tanur tinggi dapat beroperasi secara ekonomis.
Jadi, dengan mengetahui nama proses pembuatan besi dapat memberikan wawasan baru bahwa tannur tinggi merupakan salah satu metode yang penting dalam pembuatan besi.
Proses ini sekaligus memberikan kontribusi besar terhadap industri metalurgi dengan menyediakan besi cair yang digunakan dalam berbagai aplikasi industri dan kehidupan sehari-hari.(VAN)
