Mengenal Observasi Terstruktur beserta Observasi Tidak Terstruktur

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Observasi terstruktur adalah salah satu jenis observasi sebagai teknik pengumpulan data. Umumnya, teknik observasi ini digunakan saat melakukan suatu penelitian.
Observasi diartikan sebagai pengamatan sistematis yang berhubungan dengan fenomena-fenomena yang terjadi. Adapun berdasarkan kebutuhan pengumpulan data, observasi terdiri atas beberapa jenis.
Pengertian Observasi Terstruktur
Observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang lebih spesifik dibandingkan dengan teknik pengumpulan data lainnya. Adapun salah satu jenis observasi yang banyak digunakan dalam penelitian adalah observasi terstruktur.
Dikutip dari buku Metodologi Penelitian Pendekatan Multidisipliner, Siti Fadjarajani, dkk. (2020:165), observasi terstruktur adalah observasi yang telah dirancang secara sistematis tentang apa yang akan diamati, kapan, dan dimana tempatnya.
Dengan kata lain, observasi terstruktur dilakukan jika peneliti sudah tahu dengan pasti tentang variabel apa yang akan diamati.
Dalam melakukan observasi terstruktur, peneliti umumnya menggunakan instrumen penelitian yang sudah teruji validitas atau reabilitasnya. Adapun pedoman untuk melakukan observasi antara lain pedoman wawancara terstruktur serta angket tertutup.
Selain itu, observasi terstruktur juga dapat digunakan dalam pengaturan lapangan alami yang umumnya digunakan dalam penelitian yang membutuhkan formulasi yang cenderung spesifik.
Hal ini membuat kebebasan memilih isi pengamatan menjadi jauh lebih sedikit sehubungan dengan isi pengamatan daripada yang diizinkan dalam observasi tidak terstruktur.
Mengenal Observasi Tidak Terstruktur
Selain observasi terstruktur, jenis observasi lainnya yang cukup banyak digunakan peneliti adalah observasi tidak terstruktur.
Siti Fadjarajani, dkk. (2020:165) dalam bukunya menjelaskan observasi tidak terstruktur sebagai observasi yang tidak dipersiapkan secara sistematis tentang apa yang akan diobservasi. Hal ini dilakukan karena peneliti tidak tahu secara pasti tentang apa yang akan diamati.
Dalam melakukan observasi, peneliti tidak menggunakan instrumen yang telah baku, namun hanya menggunakan rambu-rambu pengamatan saja.
Hal ini membuat peneliti harus mengembangkan pengamatannya berdasarkan hal-hal yang terjadi di lapangan.
Baca juga: Mengenal Variabel Independen dan Dependen dalam Metode Penelitian
Itu dia ulasan mengenai observasi terstruktur dan observasi tidak terstruktur. Meski terdapat perbedaan, baik observasi tidak terstruktur maupun observasi terstruktur adalah teknik yang pertama kali digunakan dalam penelitian ilmiah. (YAS)
