Mengenal Organ Pencernaan Hewan Ruminansia dan Sistem Pencernaannya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Organ pencernaan hewan ruminansia dimulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus, hingga anus. Hewan ruminansia dikenal juga sebagai hewan pemamah biak. Beberapa contohnya adalah sapi, kerbau, rusa, banteng, dan kambing.
Hewan ruminansia termasuk dalam golongan hewan herbivora atau pemakan tumbuhan. Hewan jenis ini memiliki keunikan pada sistem pencernaannya karena memiliki empat macam lambung.
Organ Pencernaan Hewan Ruminansia dan Sistem Pencernaannya
Menurut buku Biologi: Sains dalam Kehidupan, Drs. Bagod Sudjadi, M. Ed. dan Dra. Siti Laila, M.Pd. (2007: 29), hewan ruminansia adalah kelompok hewan mamalia yang memamah biak atau memakan kembali makanan yang telah ditelannya. Berdasarkan jenis pakannya, hewan ruminansia dikategorikan menjadi tiga kelompok, yaitu grazer, browser, dan campuran keduanya.
Grazer adalah kelompok pemakan rerumputan seperti sapi dan biri-biri. Browser adalah kelompok hewan ruminansia pemakan ranting dan semak belukar, seperti rusa. Kelompok ketiga adalah campuran grazer dan browser. Contohnya adalah kambing.
Perbedaan hewan ruminansia dengan hewan mamalia lainnya adalah pada cara makan dan sistem pencernaannya. Ciri khas organ pencernaan hewan ruminansia adalah hewan jenis ini memiliki lambung yang terdiri dari empat ruang, yaitu rumen (perut besar), retikulum (perut jala), omasum (perut kitab), dan abomasum (perut masam).
Baca juga: 4 Fungsi Usus pada Burung sebagai Sistem Pencernaan
Menurut buku Fakta Hewan Ruminansia, Riska Lutfiana dan Ananda Elok Wardatul Ilmi (2019: 14), penjelasan fungsi organ hewan ruminansia adalah sebagai berikut.
1. Rongga Mulut
Rongga mulut adalah tempat masuk dan dikunyahnya makanan. Pada rongga mulut hewan ruminansia, terdapat geraham berukuran besar yang berfungsi untuk menggiling dan menggilas dinding sel tumbuhan yang mengandung selulosa.
Pada hewan ruminansia, terdapat gigi seri yang hanya berada di rahang bawah. Gigi seri ini berfungsi untuk menjepit dan memotong makanan.
Di antara gigi seri dan gigi geraham terdapat daerah (celah) bernama diastema yang tidak ditumbuhi gigi. Celah itu digunakan hewan untuk menjulurkan lidah agar dapat mencapai rumput dan memasukkannya pada mulut.
2. Kerongkongan
Organ pencernaan berikutnya adalah kerongkongan atau esofagus. Organ ini berfungsi sebagai saluran penghubung antara rongga mulut dan lambung.
3. Lambung
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, hewan ruminansia memiliki empat macam lambung, yaitu sebagai berikut.
Rumen (perut besar) yang berfungsi menampung makanan yang baru dikunyah. Di dalam rumen terjadi pencernaan, protein, karbohidrat, dan fermentasi selulosa yang dibantu enzim selulase yang dihasilkan bakteri dan protozoa tertentu.
Retikulum (perut jala) yang berfungsi untuk mencerna makanan dari rumen dan membentuknya menjadi gumpalan-gumpalan kasar yang disebut bolus. Fungsi lain retikulum adalah sebagai perangkap bagi benda asing yang masuk bersama makanan.
Omasum (perut kitab) yang berfungsi sebagai pintu gerbang menuju abomasum, menyerap air pada makanan, dan menghasilkan enzim pencernaan yang akan dicampur bersama bolus.
Abomasum (perut asam) berfungsi menghasilkan asam klorida dan enzim-enzim pencernaan untuk mencerna makanan secara kimiawi.
4. Usus Halus
Usus halus adalah saluran pencernaan yang terletak di antara lambung dan usus besar. Usus halus terdiri atas tiga bagian, yaitu duodenum, jejunum, dan ileum. Pada usus halus terdapat jonjot usus (lipatan atau lekukan) yang fungsinya memperluas penyerapan sari-sari makanan.
5. Usus Besar
Usus besar adalah organ pencernaan tempat pembusukan sisa-sisa hasil pencernaan hewan ruminansia.
6. Anus
Anus adalah tempat dikeluarkannya ampas atau sisa-sisa hasil pencernaan.
Demikian penjelasan mengenai organ pencernaan hewan ruminansia dan sistem pencernaannya. Semoga dapat memberi pengetahuan mengenai pencernaan hewan ruminansia atau hewan memamah biak. (IND)
