Mengenal Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi di Kelas bagi Siswa

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada banyak cara sebagai bentuk upaya penerapan pembelajaran berdiferensiasi di kelas. Cara-cara ini di antaranya adalah wawancara, observasi, dan survei.
Dalam penerapan pembelajaran ini guru dapat memberikan materi lebih sederhana dan membagi siswa dalam jumlah kelompok belajar. Hal ini merupakan cara yang efektif untuk mengajar menyenangkan dan variatif untuk kelompok belajar.
Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi di Kelas
Dikutip dari buku Pengantar Pembelajaran Berdiferensiasi, Jenri Ambarita, M.Pd.K dkk (2023: 30), pembelajaran berdiferensiasi adalah salah satu peran guru penggerak untuk dapat menciptakan proses belajar yang berorientasi pada kemerdekaan pemikiran dan potensi siswa.
Penerapan pembelajaran berdiferensiasi di kelas dapat dilakukan dengan beberapa upaya, seperti:
Melakukan pemetaan kebutuhan belajar siswa berdasarkan tiga aspek, yaitu: kesiapan belajar siswa, minat belajar siswa, dan profil belajar siswa. Kebutuhan belajar tersebut dapat diketahui dengan wawancara, observasi, atau survey yang menggunakan angket dan lain sebagainya.
Merencanakan pembelajaran siswa secara berdiferensiasi berdasarkan hasil pemetaan, yaitu dengan memberikan berbagai pilihan baik dari strategi, materi, maupun cara belajar.
Mengevaluasi dan erefleksi pembelajaran oleh siswa yang sudah berlangsung.
Karakteristik Pembelajaran Berdiferensiasi
Pembelajaran berdiferensiasi memiliki banyak manfaat bagi siswa. Salah satu manfaatnya adalah dapat mengeksplorasi pengetahuan dan materi yang dipelajari. Metode pembelajaran ini memiliki beberapa ciri dan karakteristik yang membedakannya dengan metode lain.
Karakteristik pembelajaran berdiferensiasi adalah sebagai berikut:
Pembelajaran berdiferensiasi menjadi metode pembelajaran yang lebih proaktif. Hal ini dikarenakan model pengajaran tersebut berawal dari asumsi setiap siswa memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga guru merancang banyak cara dalam mengajar.
Pembelajaran berdiferensiasi menjadi metode belajar yang lebih kualitatif, alih-alih kuantitatif. Hal ini dikarenakan penilaiannya yang berkelanjutan sehingga tidak hanya berpusat pada nilai akhir, tetapi juga pada proses.
Pembelajaran berdiferensiasi dapat memberikan berbagai pendekatan terhadap konten, proses, dan juga produk.
Pembelajaran berdiferensiasi merupakan jenis metode belajar yang berpusat pada siswa. Guru hanya berperan aktif menanggapi dan merespons kebutuhan peserta didik.
Manajemen kelas yang menggunakan pembelajaran berdiferensiasi lebih efektif. Artinya, pembelajaran berdiferensiasi cenderung bervariatif, dan tidak hanya mengandalkan metode pengajaran individu, melainkan juga berpasangan atau berkelompok.
Baca juga: Langkah-langkah Kalibrasi beserta Metodenya yang Perlu Diketahui Para Siswa
Penerapan pembelajaran berdiferensiasi di kelas menjadi hal yang terus dikembangkan dalam proses pembelajaran. Hal ini dilakukan seiring dengan kebutuhan belajar siswa yang berbeda-beda. (MAE)
