Konten dari Pengguna

Mengenal Pengemasan DNA di Dalam Sel Eukariot dan Prokariot

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bagaimana pengemasan DNA di dalam sel. Sumber: unsplash.com/Brano.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bagaimana pengemasan DNA di dalam sel. Sumber: unsplash.com/Brano.

Bagaimana pengemasan DNA di dalam sel? Kata pengemasan mengingatkan pada kegiatan merapikan barang-barang agar berada di tempat yang seharusnya dan tidak berceceran di mana-mana.

Tubuh memiliki mekanisme yang sulit dibayangkan. Untungnya para ahli telah menuliskan banyak pengetahuan, termasuk tentang cara pengemasan DNA di dalam sel ini.

Bagaimana Pengemasan DNA di Dalam Sel Eukariot dan Prokariot?

Ilustrasi bagaimana pengemasan DNA di dalam sel. Sumber: unsplash.com/SangharshLokahare.

Sebelum membahas tentang bagaimana pengemasan DNA di dalam sel, perlu diketahui dulu, mengapa DNA perlu dikemas. DNA merupakan rangkaian materi genetik yang sangat panjang.

Dikutip dari Biokimia Asam Nukleat, Maggy Thenawidjaya Suhartono dan Kawan-kawan (2022:57), panjang DNA pada tiap sel 1,7 meter. Panjang DNA pada seluruh tubuh manusia adalah 100 triliun meter atau 2,5 juta kali keliling bumi sehingga harus dikemas.

Pengemasan DNA ada 2 macam, yaitu dalam sel eukariot dan prokariot. Berikut penjelasannya.

1. Pengemasan DNA di Dalam Sel Eukariot

Sebagian besar DNA pada sel eukariot tersimpan di dalam inti sel dan sebagian lagi disimpan dalam organel lainnya, seperti mitokondria dan kloropas. Jutaan hingga tiga miliar nukleotida dikemas di dalam kromosom.

Pembentukan kromosom merupakan cara organisme mengepak jumlah DNA yang besar itu secara efektif dan efisien. Pengemasan DNA yang berukuran panjang dalam sel dimungkinkan dengan bantuan protein histon.

Protein histon yang bermuatan positif dapat berikatan dengan DNA yang bermuatan negatif melalui gugus fosfat. Beberapa unit kromatin yang merupakan kumpulan gelung protein histon dan DNA tersebut membentuk nukleosom. Nukleosom hanya ada pada sel eukariot.

Melalui pengemasan tersebut, panjang benang diperpendek sepertujuh kali. Kemudian benang kromatin dikemas dan dililit lebih kompak lagi menjadi benang dengan ketebalan 30nm dibantu histon H1 agar seluruh struktur muat dalam sel yang berukuran 10-20 nm.

2. Pengemasan DNA di dalam Sel Prokariot

Sel prokariot menyimpan DNA di dalam sitoplasma. Kromosom pada jasad prokariot umumnya terdiri dari satu unit molekul DNA untai ganda dengan struktur melingkar. Struktur melingkar tersebut berarti molekul tidak memiliki ujung.

Kromosom tidak dikemas dalam suatu struktur yang jelas karena tidak memiliki nukleosom. Kromosom terikat pada membran sel bagian dalam yang berperan dalam proses pemisahan DNA pada saat pembelahan sel.

Contoh pengemasan adalah pada bakteri E. coli dengan membuat molekul DNA terkondensasi membentuk rangkaian butiran seperti tasbih. Rangkaian tersebut membentuk loop sehingga DNA yang panjang bisa dikemas dan kompak.

Baca juga: Perbedaan Kromosom, DNA dan Gen yang Perlu Diketahui

Demikianlah pembahasan tentang bagaimana pengemasan DNA di dalam sel eukariot dan prokariot. Pengetahuan tersebut merupakan tambahan wawasan yang menarik tentang salah satu aktivitas dalam tubuh manusia. (lus)