Konten dari Pengguna

Mengenal Pengertian, Prinsip, dan Fungsi Akuntansi

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fungsi akuntansi. Sumber :[pexels.com/Kuncheek]
zoom-in-whitePerbesar
Fungsi akuntansi. Sumber :[pexels.com/Kuncheek]

Fungsi akuntansi dalam bisnis adalah sebagai tulang punggung karena semua kegiatan perusahaan memerlukan ilmu akuntansi. Tanpa adanya akuntansi, perkembangan bisnis akan terhambat.

Oleh karena itu, penting untuk mempelajari akuntansi agar bisnis dapat berjalan dengan baik. Adapun seorang ahli dalam bidang akuntansi disebut dengan akuntan.

Pengertian Akuntansi

Fungsi akuntansi. Sumber :[pexels.com/Tara Winstead]

Mengutip dari buku Pengantar Akuntansi, Adrian Radiansyah dkk, (2023:1), akuntansi adalah metodologi untuk mengumpulkan informasi dalam sistem ekonomi.

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian akuntansi adalah praktik dan teori tentang akuntansi yang meliputi penggolongan, pencatatan, dan pengikhtisaran semua transaksi di perusahaan.

Prinsip Akuntansi

Fungsi akuntansi. Sumber :[pexels.com/Nataliya Vaitkevich]

Dalam menjalani tugas akuntansi, seorang akuntan perlu mengikuti prinsip yang berlaku. Terdapat 10 prinsip akuntansi yang diatur oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI), berikut ini penjelasannya.

1. Prinsip Pengungkapan Penuh

Menyatakan bahwa semua informasi yang tercatat dalam laporan keuangan akan mempengaruhi pemahaman pembaca laporan tersebut.

2. Prinsip Konsistensi

Ketika sebuah perusahaan sudah memutuskan akan menggunakan metode akuntansi apa, maka di masa mendatang perusahaan juga akan menggunakan metode yang sama.

3. Prinsip Mempertemukan

Membuat laporan pendapatan dan pemasukan untuk dibandingkan dengan laba dan rugi pada periode waktu tertentu.

4. Prinsip Kesinambungan Usaha

Bahwa bisnis tersebut akan terus ada, artinya adalah bisnis tersebut tidak akan dilikuidasi.

5. Prinsip Pengakuan Pendapatan

Perusahaan dapat mengetahui berapa jumlah pasti pendapatan yang diterima setelah konsumen membayar produk yang dibeli.

6. Prinsip Biaya Historis

Suatu aset yang dilaporkan harus setara dengan kas saat pembelian. Laporan tersebut juga harus menerangkan informasi mengenai biaya tambahan yang dikeluarkan ketika menyiapkan aset.

7. Prinsip Periode Akuntansi

Dalam prinsip periode akuntansi menyatakan bahwa keuangan yang mengasumsikan organisasi atau perusahaan dapat memilih aktivitas dalam periode waktu tertentu. Periode waktu tersebut bisa setengah tahun, tahunan, bulanan, atau mingguan.

8. Prinsip Material

Prinsip material menyatakan bahwa item yang berpengaruh pada keputusan para investor harus tercatat dalam laporan keuangan bisnis sesuai aturan akuntansi.

9. Prinsip Satuan Moneter

Uang milik perusahaan merupakan unit pengukuran dan semua aktivitas transaksi harus terinput dalam akun bisnis.

10. Prinsip Entitas

Keuangan milik perusahaan harus terpisah dari uang milik pemegang saham dan partner bisnis.

Fungsi Akuntansi

Fungsi akuntansi. Sumber :[pexels.com/Olia Danilevich]

Fungsi akuntansi pada umumnya adalah penyampaian informasi berupa data keuangan milik perusahaan. Fungsi tersebut terbagi lagi menjadi dua yaitu fungsi kepengurusan dan fungsi utama. Berikut penjelasan selengkapnya.

1. Fungsi Utama

  • Menginterpretasikan kegiatan keuangan untuk evaluasi perusahaan

  • Menyusun dan menyajikan laporan keuangan, rugi, laba, arus kas, dan ekuitas pemilik

  • Menyiapkan catatan keuangan yang diperlukan ke pihak perusahaan

  • Mengatur tugas manajerial perusahaan seperti pengendalian, pengambilan keputusan, penetapan standar, dan sebagainya

2. Fungsi Kepengurusan

  • Mencatat segala bentuk transaksi keuangan

  • Mencari hasil bersih

  • Menganalisis data keuangan

  • Mengkomunikasikan informasi keuangan

  • Menunjukkan laporan keuangan

Baca Juga: Contoh Soal Jurnal Koreksi dan Pembahasannya dalam Pelajaran Akuntansi

Fungsi akuntansi sangat berkaitan erat dengan kemajuan bisnis karena tanpa ilmu tersebut, perusahaan tidak bisa mengetahui perkembangan bisnisnya. (GTA)