Konten dari Pengguna

Mengenal Penguraian Cahaya Putih Menjadi Berbagai Cahaya Berwarna

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penguraian cahaya putih menjadi berbagai cahaya berwarna, foto:pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penguraian cahaya putih menjadi berbagai cahaya berwarna, foto:pexels

Penguraian cahaya putih menjadi berbagai cahaya berwarna disebabkan oleh adanya perbedaan indeks bias setiap cahaya. Hal ini karena ketika cahaya dibiaskan pada medium tertentu, cahaya ini akan mengeluarkan berbagi macam warna seperti pelangi atau spektrum warna.

Spektrum warna yang dihasilkan, yaitu mulai dari warna merah, jingga, kuning, hijau, nila, dan ungu. Warna-warna tersebut menjadi warna pada pelangi yang dapat dilihat langsung oleh mata manusia.

Mengetahui Penguraian Cahaya Putih Menjadi Berbagai Cahaya Berwarna

Ilustrasi penguraian cahaya putih menjadi berbagai cahaya berwarna, foto:pexels

Mengutip dari buku Jurus Sakti Menaklukkan Fisika SMA 1, 2, 3, Vani Sugiyono (2009), penguraian cahaya putih menjadi berbagai cahaya berwarna disebut dengan dispersi cahaya. Dispersi ini juga dapat diartikan sebagai peristiwa penguraian cahaya polikromatik menjadi cahaya monokromatik atau cahaya tunggal.

Hal ini terjadi akibat terdapat cahaya yang melewati media atau benda tertentu (misalnya air hujan, prisma, dan gelas). Terjadinya proses peristiwa dispersi cahaya karena adanya indeks bias medium yang berbeda-beda terhadap cahaya putih.

Indeks bias ini merupakan perbandingan antara kecepatan cahaya yang berada di udara dengan kecepatan cahaya pada medium lain. Semakin besar indes bias, maka akan semakin lambat kecepatan cahaya pada medium ini. Cahaya putih tersusun atas tujuh warna spektrum, yaitu merah, jingga, kuning, hujau, biru, nila, dan ungu.

Setiap warna mempunyai panjang gelombang dan frekuensi yang berbeda-beda. Warna merah mempunyai panjang gelombang terpanjang dan frekuensi paling rendah. Sementara warna ungu mempunyai panjang gelombang paling pendek dan frekuensi paling tinggi.

Pada saat warna putih melewati medium berbeda seperti prisma dan kaca, maka setiap warna akan mengalami pembiasaan yang berbeda-beda sesuai dengan indeks biasnya. Dengan demikian warna ungu akan mengalami pembiasan yang paling besar karena mempunyai indeks bias yang paling besar.

Sedangkan warna merah akan mengalami pembiasan yang paling kecil karena mempunyai indeks bias paling kecil. Contoh dari proses terjadinya dispersi cahaya adalah fenomena pelangi.

Fenomena pelangi terbentuk karena terdapat cahaya matahari yang dibiaskan oleh tetesan air serta uap setelah terjadinya hujan. Cahaya matahari yang berwarna putih yang dibiaskan akan membentuk pelangi yang mempunyai berbagai warna.

Dari penjelasan di atas dapat diketahui bahwa penguraian cahaya putih menjadi berbagai cahaya berwarna disebut dengan dispersi cahaya. Dispersi ini yang menjadi penyebab munculnya fenomena pelangi yang dapat diamati secara langsung. (PAM)

Baca Juga: 5 Contoh Cahaya dapat Dipantulkan dalam Kehidupan