Mengenal Peranan Deuteromycota dalam Ekosistem

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ekosistem, terdapat beragam jenis tumbuhan dan salah satunya dari kelompok jamur Deuteromycota. Peranan Deuteromycota tentunya adalah sebagai pengurai yang memiliki kemampuan untuk membusukkan zat organik.
Deuteromycota terdiri dari banyak spesies yang mayoritas adalah jamur penyebab penyakit. Meskipun demikian, jamur tersebut tetap memiliki peran dalam ekosistem.
Peranan Deuteromycota dalam Ekosistem Lingkungan dan Tumbuhan
Dalam pengelompokan jenis makhluk hidup yang terdapat dalam ilmu taksonomi, jamur termasuk dalam kingdom fungi. Kingdom ini terdiri dari banyak ordo, famili dan spesies.
Deuteromycota merupakan salah satu filum jamur. Menurut Buku Siswa Biologi SMA/MA Kelas 10, Nanik Yuniastuti (2021:182), Deuteromycota adalah kelompok jamur yang bereproduksi secara aseksual dengan membentuk konidia.
Jamur ini disebut juga jamur tidak sempurna (imperfecti). Sebagian besar Deuteromycota berjenis parasit serta memiliki kemampuan untuk hinggap di tubuh organisme lain dan menimbulkan penyakit. Peranan Deuteromycota adalah sebagai berikut.
Helminthosporium oryzae, yakni menyerang buah dan menyebabkan pembusukan, merusak kecambah serta memunculkan noda hitam pada daun.
Tychophyton tonsurans, yakni penyebab ketombe di kepala.
Sclerotium rolfsii, yakni menyebabkan tanaman memiliki penyakit yang mengakibatkan bagian tubuhnya membusuk.
Malassezia furfur, yakni menimbulkan penyakit panu pada kulit.
Epidermophyton floocosum, yakni menyebabkan kutu air di kaki.
Dari lima contoh jamur Deuteromycota beserta efeknya yang telah disebutkan, bisa disimpulkan bahwa jamur ini lebih banyak membawa dampak negatif bagi makhluk hidup yang lain. Hal itu disebabkan karena kemampuannya dalam menguraikan zat organik.
Baik manusia maupun tumbuhan bisa terinfeksi jamur Deuteromycota. Namun, masih bisa diobati karena jamur ini bisa mati dengan pemberian desinfektan dan zat anti jamur.
Akan tetapi, Deuteromycota tidak dapat dimusnahkan lantaran keberadaannya yang terus ada di alam. Pertumbuhannya yang tergolong cepat juga menjadi alasan mengapa jumlah jamur ini selalu ada di lingkungan.
Meskipun lebih sering punya dampak buruk bagi organisme lain, tetapi Deuteromycota tetap memiliki peran yang dalam ekosistem. Keberadaannya membantu terciptanya keseimbangan ekosistem.
Baca juga: Pengertian Jamur Bersifat Heterotrof dan Ciri Lainnya
Beberapa peranan Deuteromycota di atas menunjukkan bahwa jamur ini punya peran sebagai pengurai dalam ekosistem. Contoh spesies jamurnya juga telah disebutkan di atas. (IMA)
