Mengenal Perbedaan Utama antara Ragam Hias Melayu Riau dengan Seni Rupa Umum

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perbedaan utama antara ragam hias Melayu Riau dengan seni rupa umum bisa diketahui oleh orang-orang yang pernah berkunjung ke Riau. Ini karena ragam hias tersebut masih banyak ditemui di berbagai sudut kota Pekanbaru.
Riau termasuk salah satu daerah yang masih menjunjung tinggi budaya tempatan sehingga perbedaannya dengan daerah lain jelas terlihat. Pengetahuan ini merupakan tambahan wawasan yang menarik tentang aneka ragam hias nusantara.
Perbedaan Utama antara Ragam Hias Melayu Riau dengan Seni Rupa Umum
Ragam hias adalah pola berulang pada suatu karya seni, yang umumnya digunakan untuk mengisi ruang kosong pada karya seni tersebut. Ragam hias secara tradisional dipengaruhi oleh kondisi alam, sosial dan budaya suatu daerah.
Karya seni yang dihasilkan oleh masyarakat Melayu di Riau sangat dipengaruhi oleh kondisi alam, budaya Melayu dan agama Islam. Berikut adalah perbedaan utama antara ragam hias melayu riau dengan seni rupa umum, baik geometris maupun nongeometris.
1. Ragam hias geometris.
Bentuk ragam hias geometris antara lain garis, lengkung, segitiga dan sebagainya. Ragam hias geometris Melayu Riau dalam bentuk geometris umumnya memiliki warna-warna yang mencolok, terutama kuning dan oranye menyala.
Dikutip dari Islam dan Tamadun Melayu: Identitas Puncak Keagungan Tamadun Melayu Jilid II, Mulyadi (2021:133), berikut adalah contoh ragam hias tersebut:
Wajik
Penempatan motif ini bebas, baik bidang yang dipakai maupun posisi motif. Biasanya motif wajik digunakan sebagai pinggiran motif lain.
Kisi-kisi Larik
Motif ini digunakan untuk selasar rumah, kisi-kisi rumah perahu, kisi-kisi jendela dan mimbar masjid.
Siku Keluang
Hiasan ini digunakan untuk mengisi pertemuan sudut rumah. Wujudnya berupa ukiran karena bangunan Melayu Riau lama umumnya berupa rumah kayu atau rumah panggung.
2. Ragam hias nongeometris.
Ragam hias nongeometris meliputi motif bebas, seperti manusia, flora, fauna, awan dan sebagainya. Tapi khusus untuk Melayu Riau, motif manusia tidak digunakan sesuai dengan ajaran Islam. Motif hewan juga hanya terlihat bagian tertentu atau simbolik saja.
Contoh:
Pucuk Rebung
Motif ini banyak digunakan di kain tenun menggunakan benang berwarna emas.
Selembayung
Motif ini masih banyak dijumpai di kantor daerah dan rumah-rumah penduduk. Letaknya di ujung rumah berupa ukiran yang memanjang.
Awan Larat
Ini merupakan ukiran berupa garis lengkungan limas yang ditambah dengan berbagai variasi motif bebas, kecuali motif binatang.
Baca juga: 3 Kerajaan Islam di Riau yang Tertua
Itulah perbedaan utama antara ragam hias Melayu Riau dengan seni rupa umum. Ragam hias yang berbeda-beda di tiap daerah merupakan kekayaan nusantara yang harus dijaga dan dipelihara. (lus)
