Konten dari Pengguna

Mengenal Perpindahan Kalor Secara Konduksi dan Contohnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Perpindahan Kalor Secara Konduksi. sumber: Pexels/Caio
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perpindahan Kalor Secara Konduksi. sumber: Pexels/Caio

Pada pelajaran ilmu fisika, terdapat materi yang membahas tentang perpindahan kalor secara konduksi. Kalor juga dapat merubah suhu zat, pembahasan ini menarik karena energi tersebut sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Jika suatu zat menyerap kalor, maka suhu zat tersebut akan naik. Tetapi sebaliknya, jika zat melepaskan kalor, maka suhu zat tersebut akan turun. Kemudian kalor juga dapat berpindah tempat dan selalu terjadi pada benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah.

Materi Perpindahan Kalor Secara Konduksi

Ilustrasi Perpindahan Kalor Secara Konduksi. sumber: Pexels/Ron Lach

Menurut buku Ringkasan Materi Fisika, Erinda Wibianti Agustin (2022:19), kalor adalah salah satu bentuk energi. kalor dapat berpindah dari benda yang suhu tinggi ke benda yang suhunya rendah.

Perpindahan kalor secara konduksi dapat terjadi dalam kehidupan manusia. Konduksi atau hantaran adalah perpindahan kalor tanpa disertai oleh partikel-partikel zat. Perpindahan kalor secara konduksi terjadi pada zat padat, terutama jenis logam.

Bagian-bagian dari logam, menghantarkan atau mengalirkan panas, akan tetapi bagian tersebut tidak berpindah. Zat-zat yang dapat menjadi penghantar kalor yang baik disebut konduktor. Contohnya seperti besi dan alumunium. Sedangkan penghantar kalor yang buruk disebut isolator.

Gejala konduksi tersebut dapat dimanfaatkan bagi kehidupan manusia. Cara berpindah kalor ini membutuhkan media sebagai penghantarnya.

Contoh Perpindahan Kalor Secara Konduksi

Ilustrasi perpindahan kalor secara induksi. Sumber foto: Pexels/Clem Onojeghuo

Pada dasarnya manusia dapat memanfaatkan kalor untuk pekerjaan mereka. Inilah contoh perpindahan kalor secara konduksi.

  • Panci untuk memasak mengalami konduksi dari panas api yang menyala dari kompor, sehingga panci akan memanas dan dapat digunakan memasak air hingga mendidih.

  • Pegangan panci akan terasa panas di tangan ketika masih berada di atas kompor yang menyala.

  • Sendok yang dipanaskan ujung sisi satunya di atas lilin, akan terasa panas ketika dipegang di ujung sisi yang lain.

  • Es batu berubah menjadi cair jika dipegang dengan tangan, karena tubuh manusia memiliki kalor.

  • Knalpot kendaraan terasa panas ketika mesin motor menyala.

  • Piring terasa panas apabila digunakan untuk makanan yang panas.

Demikianlah penjelasan tentang perpindahan kalor secara konduksi. Pengetahuan ini dapat memperluas wawasan tentang kalor yang dapat berpindah dengan cara-cara tertentu. (DVA)

Baca Juga: 5 Contoh Perpindahan Kalor secara Radiasi