Konten dari Pengguna

Mengenal Persamaan dan Perbedaan Siklus Litik dan Lisogenik

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Persamaan dan Perbedaan Siklus Litik dan Lisogenik. Sumber: pexels/ CDC
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Persamaan dan Perbedaan Siklus Litik dan Lisogenik. Sumber: pexels/ CDC

Virus mengalami siklus tertentu dalam proses identifikasinya, yaitu siklus litik dan lisogenik. Ada persamaan dan perbedaan siklus litik dan lisogenik yang perlu diketahui.

Siklus litik biasanya terjadi setelah siklus lisogenik berlangsung. Biasanya sel virus yang telah memasuki tahap pembelahan akan berhenti dari siklus lisogenik.

Persamaan dan Perbedaan Siklus Litik dan Lisogenik dalam Proses Identifikasi Virus

Ilustrasi Persamaan dan Perbedaan Siklus Litik dan Lisogenik. Sumber: pexels/ CDC

Mengutip dari buku Biologi SMA/MA Kls X (Diknas) oleh Gunawan Susilowarno,dkk (hal. 36), sel virus mengalami proses perkembiakan dengan melewati fase pembelahan, secara teoritis siklus lisogenik akan terhenti ketika sudah sampai pada fase pembelahan.

Apabila sel hasil pembelahan kehilangan virulensinya maka siklus lisogenik akan dilanjutkan dengan siklus litik. Prosesnya bisa langsung masuk ke fase replikasi atau eklifase, baru kemudian fase assembling (perakitan) dan lisis (penghancuran sel inang).

Berikut ini persamaan dan perbedaan siklus litik dan lisogenik dalam proses identifikasi virus.

1. Persamaan Siklus Litik dan Lisogenik

  • Dimulai dari fase penempelan yang bisa dilihat dari ekor virus yang melekat pada reseptor khusus dinding bakteri.

  • Virus yang menempel pada inangnya baik pada siklus litik maupun lisogenik sama-sama menggunakan metode Lock and Key yang melihat kecocokan molekul protein pada virus dengan sel inangnya.

  • Tahapan setelah penempelan antara siklus litik dan lisogenik juga sama, yaitu penetrasi. Tahap penetrasi dilakukan dengan memasukkan DNA virus ke dalam sel inang hingga kapsid tertinggal di sana.

2. Perbedaan Siklus Litik dan Lisogenik

  • Kondisi awal pada siklus litik, sel inangnya non virulen, sedangkan pada fase lisogenik sel inangnya virulen.

  • Jumlah tahapan pada siklus litik terdiri dari 5 tahap, yaitu adsorbsi, penetrasi, replikasi, perakitan dan lisis. Sedangkan pada siklus lisogenik terdiri dari 4 tahapan, yakni adsorbsi, penetrasi, penggabungan, dan pembelahan.

  • Siklus litik akan secara mutlak terhenti, karena sel inangnya telah rusak, sedangkan siklus lisogenik masih bisa dilanjutkan dengan siklus litik apabila virulensi bakterinya hilang.

  • Kondisi akhir sel inang pada siklus litik akan mati sedangkan pada siklus lisogenik tidak mati.

Persamaan dan perbedaan siklus litik dan lisogenik di atas bisa menjadi tambahan pengetahuan dalam ilmu virologi. Ada banyak perbedaan di antara kedua siklus tersebut jika dibandingkan dengan persamaannya. (IMA)

Baca juga: Macam-macam Virus yang Penting untuk Diketahui