Mengenal Pinsip-prinsip Pengukuran dan Kalibrasi

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Prinsip-prinsip pengukuran adalah sebuah dasar yang harus dikuasai seseorang sebelum mengukur nilai sebuah variabel. Variabel diartikan sebagai karakteristik atau kuantitas dari suatu fenomena.
Fenomena tersebut dapat menjadi fokus suatu pengukuran dalam suatu penilaian. Variabel dapat dikategorikan dengan berbagai jenis nilai yang bervariasi antar unit.
Prinsip-prinsip Pengukuran
Dikutip dari Buku Ajar Pengukuran dan Instrumentasi, Abadi Jading dkk (2020: 7), definisi pengukuran atau yang bisa disebut measurement adalah suatu kegiatan metode ilmiah yang dilakukan untuk mengukur atau membandingkan nilai suatu besaran.
Kegiatan mengukur tersebut dapat dilakukan dengan satuan ukur tertentu. Pengukuran merupakan kegiatan yang sangat penting dilakukan apabila ingin menentukan nilai sebuah variabel.
Prinsip-prinsip pengukuran meliputi berbagai hal sebagai berikut:
Perencanaan pengukuran yang meliputi identifikasi parameter dan variabel proses
Pola pengukuran yang diperlukan untuk berbagai bentuk pengujian suatu proses
Pemilihan teknik pengukuran dan peralatan yang dibutuhkan
Perencanaan dari analisis sebuah data
Sebuah rancangan percobaan yang meliputi pengembangan dari sebuah rencana pengukuran
Sebuah pengukuran harus teroptimalisasi antara biaya pengeluaran dan waktu yang digunakan untuk menguji sebuah data
Dalam melakukan sebuah proses pengukuran selalu membutuhkan instrumen, baik yang berbentuk mekanik maupun berbentuk analog atau digital.
Baca juga: 10 Contoh Skala Nominal dalam Pengukuran
Prinsip Kalibrasi
Ada beberapa hal yang perlu dilakukan dalam proses pengukuran. Salah satunya yaitu kalibrasi. Kalibrasi sangat mempengaruhi nilai atau hasil dari suatu pengukuran.
Kalibrasi merupakan suatu tindakan dalam menerapkan nilai input yang diketahui pada sistem pengukuran yang dipilih. Tindakan tersebut bertujuan untuk mengamati keluaran dari sebuah sistem.
Dalam sebuah proses kalibrasi diperlukan suatu acuan standar yang baku sesuai variabel yang akan diukur. Contohnya, ketika ingin melakukan pengukuran suatu suhu, maka diperlukan kalibrasi terhadap instrumen pengukur suhu.
Pengukur suhu yang akan digunakan dibandingkan dengan instrumen pengukur suhu yang telah terstandar baku. Dengan demikian, kalibrasi yang dilakukan terhadap instrumen pengukur suhu dapat berjalan dengan baik.
Perhitungan kalibrasi meliputi berbagai hal sebagai berikut:
Sensitivitas, rasio pergerakan linear dari penunjuk instrumen terhadap perubahan dalam variabel terukur yang menyebabkan gerakan
Jangkauan, yaitu perbandingan pembacaan meter maksimum ke pembacaan meter minimum
Akurasi, yaitu ketepatan dari suah tingkat perbedaan yang bernilai kecil antara nilai pengamatan dengan nilai sebenarnya
Presisi, yaitu ketelitian dari sebuah reproduksibilitas
Urutan kalibrasi, yang menerapkan variasi berurutan dalam nilai input terhadap rentang input yang diinginkan
Kalibrasi acak, yang menerapkan input pada rentang input yang dimaksudkan secara acak
Kesalahan pengukuran, yang terdiri dari kesalahan spesifik dan kesalahan lain
Prinsip-prinsip pengukuran dan kalibarasi merupakan dua hal yang saling berkaitan. Hal ini perlu dipahami agar dapat menghasilkan nilai sebuah sistem pengukuran dengan benar. (MAE)
