Konten dari Pengguna

Mengenal Pola Lantai Diagonal dan Pola Lantai Lainnya dalam Seni Tari

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pola lantai Diagonal adalah. Sumber: Unsplash/culturetrip
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pola lantai Diagonal adalah. Sumber: Unsplash/culturetrip

Dalam seni tari, istilah pola lantai adalah gerakan yang dilakukan berpindah-pindah secara terstruktur supaya membentuk pola. Pola lantai diagonal adalah salah satu pola yang diterapkan dalam tarian untuk mendukung kesan dari sebuah tarian.

Selain pola lantai diagonal, terdapat pola lantai lainnya yang harus dipahami oleh para penari. Hal tersebut dapat memperindah pertunjukan seni tari, sehingga banyak hal yang harus diperhatikan.

Pengertian Pola Lantai Diagonal

Ilustrasi Pola Lantai Diagonal adalah. Sumber: Unsplash/Julian Libastirani

Menurut buku Kreatif Tematik Tema 7 Indahnya Keragaman di Negeriku, Tim Tunas Karya Guru (2019:54), menjelaskan bahwa pada pola lantai diagonal, penari berbaris membentuk garis menyudut ke kanan atau ke kiri.

Formasi penari seperti ini memungkinkan para penari bergerak secara bergantian ke depan maupun ke belakang. Pola lantai diagonal memberikan kesan dinamis, tetapi tetap terlihat kokoh.

Contoh tarian yang menggunakan pola lantai diagonal antara lain Tari Gending Sriwijaya (Sumatera Selatan) dan Tari Jaipongan (Jawa Barat).

Pengertian Pola Lantai Garis Lurus dan Garis Melengkung

Ilustrasi Pola Lantai Diagonal adalah. Sumber: Unsplash/Julian Libastirani

Selain pola lantai diagonal, terdapat jenis pola lantai garis lurus dan garis melengkung. Setiap pola memiliki perbedaan dalam pertunjukan dan untuk kesan sebuah tarian.

1. Pola Lantai Garis Lurus

Pola ini banyak digunakan oleh tarian klasik. Pola lantai garis lurus posisinya memanjang ke depan, ke belakang, maupun ke samping. Hal ini untuk menampilkan penari dalam satu garis lurus di dalam pertunjukan.

Biasanya, pola lantai ini diterapkan pada tarian kelompok dan berpasangan. Lalu, dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu horizontal dan vertikal.

Contoh tarian yang menggunakan pola lantai garis lurus adalah Tari Serimpi (Jawa Tengah) dan Tari Saman (Aceh).

2. Pola Lantai Garis Melengkung

Pola lantai garis melengkung dapat dibuat cembung, cekung, dan lingkaran. Pola dibuat agar tercipta pertunjukan yang indah dan memudahkan penari dalam penguasaan panggung.

Pada umumnya, digunakan pada tarian tradisional atau rakyat dan memberikan kesan lembut pada tarian yang dibawakan.

Contoh tarian yang dibawakan adalah Tari Sekapur Sirih (Bengkulu), Tari Randai (Sumatera Barat).

Baca Juga: Sejarah dan Contoh Tari Rakyat yang Ada di Indonesia

Jadi, pola lantai diagonal adalah salah satu pola lantai yang digunakan pada tarian agar berkesan dinamis. Pola lantai lain juga dapat memberikan kesan dan dapat menjadi ciri khas dari tarian tersebut. (DVA)