Mengenal Prosedur Kekaryaan Teater beserta Unsur-unsur Seni Teater

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teater merupakan suatu kisah dari hidup seseorang yang diilustrasikan atau digambarkan dalam bentuk gerakan. Prosedur kekaryaan teater berawal dari seorang penggagas pertama yang disebut dengan sutradara.
Konsep kekaryaan teater merupakan kumpulan dari beberapa gugusan ide-ide yang akan dibuat dan dipergelarkan. Konsep tersebut akan dapat dikomunikasikan pada penonton, beserta dukungan oleh teknik pengungkap gagasan, baik melalui audio maupun visual.
Prosedur Kekaryaan Teater
Dikutip dari buku Sejarah Teater di Indonesia, Tri Nanang B. S (2022: 1), kata teater berasal dari bahasa Yunani kuno “theatron” yang berarti seeing place atau tempat aktor memainkan peran dengan disaksikan penonton.
Teater merupakan segala jenis pertunjukkan dalam bentuk tontonan, baik di atas panggung maupun di arena terbuka. Prosedur kekaryaan teater dapat terlaksana berawal dari seorang sutradara.
Sutradara merupakan orang pertama yang mendapat inspirasi setelah membaca naskah drama, dan memiliki kemampuan untuk menulis sebuah naskah, dalam hal ini ide-ide yang dimiliki dapat dituangkan ke dalam naskah yang ditulis, termasuk cara memanggungkannya.
Ide-ide yang telah dituangkan ke dalam naskah oleh sutradara, kemudian disampaikan kepada kelompok atau grup teaternya untuk mendapatkan respons.
Jika mendapatkan respons positif dari kelompoknya, maka pertemuan dikembangkan menjadi rapat perencanaan garapan teater. Semua anggota yang terlibat diundang untuk ikut mendukung rencana tersebut sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.
Setelah sepakat untuk menggarap pertunjukan teater, dilanjutkan dengan pembagian tugas. Tim untuk mensukseskan acara teater dibagi menjadi dua, yaitu:
Tim artistik, yaitu sebuah tim yang terdiri dari sutradara, para calon penata, dan para calon pemain.
Tim produksi, yaitu sebuah tim yang terdiri dari produser, sekretaris, bendahara, serta seksi-seksi.
Tim artistik akan bekerja melakukan pemilihan para penata dan pemilihan para pemain, sementara tim produksi akan membentuk organisasi, mengangkat staf, dan merencanakan proses garapan termasuk latihan.
Unsur-unsur Seni Teater
Seni teater memiliki unsur-unsur penting yang harus ada dalam pertunjukan teater. Unsur-unsur tersebut terbagi mejadi dua, yaitu unsur internal dan unsur eksternal.
Unsur internal merupakan sebuah unsur yang menyangkut tentang bagaimana pementasan suatu teater dapat berlangsung, sedangkan unsur eksternal adalah sebuah unsur yang mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan hal-hal yang dibutuhkan dalam sebuah pementasan.
Unsur internal seni teater meliputi hal-hal sebagai berikut:
Naskah atau skenario
Pemain atau pemeran (tokoh)
Sutradara
Properti
Penataan
Adapun unsur eksternal dalam seni teater di antaranya, yaitu:
Staf produksi
Sutradara atau derektor
Stage manager
Desainer
Crew
Baca juga: Mengenal Teknik Pengungkapan Gagasan dalam Teater
Prosedur kekaryaan teater harus meliputi kedua unsur tersebut di atas. Pertunjukan teater akan berjalan dengan lancar, jika semua tim-nya bekerja sama dengan baik. (MAE)
