Konten dari Pengguna

Mengenal Proses Gerak Refleks pada Manusia beserta Mekanismenya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi proses gerak refleks pada manusia. Sumber: www.unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi proses gerak refleks pada manusia. Sumber: www.unsplash.com

Proses gerak refleks pada manusia sangat penting karena merupakan bentuk pertahanan tubuh. Mekanisme gerak refleks sedikit berbeda dibandingkan dengan mekanisme gerak sadar.

Menurut buku Anatomi & Fisiologi Untuk Paramedis, Evelyne C. Pearce (hal:292), gerak refleks terjadi jauh lebih cepat dari gerak sadar. Misalnya, menutup mata pada saat terkena debu atau menarik kembali tangan dari benda panas menyakitkan yang tersentuh tanpa sengaja.

Mekanisme Proses Gerak Refleks pada Manusia, Beda dengan Gerak Sadar

Ilustrasi proses gerak refleks pada manusia. Sumber: www.unsplash.com

Proses gerak refleks pada manusia ini melibatkan beberapa mekanisme yang bekerja secara bersama-sama untuk menghasilkan respons yang cepat dan efisien. Perbedaan mekanisme gerak refleks dengan gerak sadar terletak pada pusat pemrosesan rangsangannya.

Gerak sadar melibatkan otak sebagai pusat pemrosesan rangsangan yang diterima. Sementara itu, gerak refleks tidak melibatkan peran otak.

Mekanisme gerak refleks melibatkan tiga komponen utama, yaitu

1. Reseptor

Sekelompok sel saraf dan sel lainnya yang berfungsi mengenali rangsangan tertentu yang berasal dari luar atau dari dalam tubuh.

2. Sistem Saraf Pusat

Sistem yang berfungsi untuk menerima dan menerjemahkan informasi atau rangsangan dari sel-sel saraf tepi yang tersebar di seluruh bagian tubuh.

3. Efektor

Sel atau organ yang menghasilkan tanggapan terhadap rangsangan.

Lantas, bagaimana sebetulnya mekanisme gerak refleks? Salah satu gerak refleks yang paling umum diketahui adalah refleks patella atau refleks lutut. Berikut ini adalah penjelasan mekanisme gerak refleks secara singkat, khususnya yang terjadi pada refleks patella.

  1. Ketika tendon di lutut mendapat rangsangan, seperti ketukan, otot akan meregang.

  2. Otot yang meregang kemudian akan mengirimkan sinyal listrik ke saraf tulang belakang melalui serabut saraf tepi.

  3. Selanjutnya, tubuh akan merespon rangsangan dengan mengirimkan sinyal listrik ke otot yang sebelumnya telah meregang, sehingga otot menjadi berkontraksi.

  4. Kontraksi tersebut menyebabkan terjadinya gerakan refleks patella berupa ekstensi lutut. Gerakan ini akan terlihat seperti menendang.

Baca juga: Mengenal Proses Fotosintesis beserta Faktor dan Manfaatnya

Contoh Proses Gerak Refleks pada Manusia

Ilustrasi proses gerak refleks pada manusia. Sumber: www.unsplash.com

Beberapa contoh gerak refleks yang mendukung aktivitas sehari-hari adalah sebagai berikut.

  1. Penyesuaian yang dilakukan oleh otot tulang belakang serta otot inti tubuh yang lain untuk menjaga keseimbangan tubuh.

  2. Penyesuaian posisi bola mata mengikuti gerakan.

  3. Penyesuaian ukuran pupil mengikuti cahaya yang masuk ke dalam mata.

  4. Tenggorokan yang otomatis menutup jalan napas saat menelan agar tidak tersedak.

Beberapa contoh gerak refleks yang telah disebutkan di atas hanyalah sebagian kecil dari banyaknya gerakan refleks yang terjadi di tubuh tanpa disadari.

Mekanisme gerak refleks digunakan dalam mengamati proses gerak refleks pada manusia, hingga dapat diketahui jika ada kerusakan otak pada bagian tertentu.

Misalnya, orang yang mengalami cedera pada otak akan merespon rangsangan ringan dengan berlebihan oleh tubuh (hiperrefleks). Jadi, jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter, jika terlihat ada respon yang berlebihan atau sebaliknya. (VAN)