Mengenal Proses Membuat Karya Seni Rupa Tiga Dimensi

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seni rupa tiga dimensi merupakan bentuk klasifikasi seni rupa menurut dimensinya. Dalam proses membuat karya seni rupa tiga dimensi dimulai dengan adanya ide yang mendasari terwujudnya suatu bentuk karya.
Seni rupa tiga dimensi juga dikenal dengan sebutan seni rupa tri matra. Biasanya hasil karya seni ini dapat difungsikan untuk menandai tempat-tempat bersejarah, memperingati tokoh, dan peristiwa penting.
Proses Membuat Karya Seni Rupa Tiga Dimensi
Dikutip dari buku Pembelajaran Seni Budaya SD, Arina Restian, Kuncahyono, Delora Jantung Amelia, (2019:105), seni rupa tiga dimensi adalah hasil karya seni rupa yang memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggi atau benda yang mempunyai volume.
Seperti jenis seni rupa umumnya, terdapat unsur-unsur rupa yang ada pada seni rupa tiga dimensi, antara lain warna, garis, bidang, dan bentuk. Selain memperindah bentuknya, unsur tersebut juga memiliki makna simbolik..
Untuk mewujudkan suatu karya seni rupa 3 dimensi, ada berbagai tahapan yang harus dilakukan oleh perupa. Di bawah ini adalah proses membuat karya seni rupa tiga dimensi yang menarik dipelajari.
1. Menetapkan Ide dan Gagasan
Langkah awal dalam membuat karya seni rupa tri matra adalah menentukan ide dan gagasannya. Komponen ini merupakan konsep yang mendasari terwujudnya suatu karya.
Karena bersifat pokok, maka dalam menetapkan konsep tidak boleh sembarangan. Seniman perlu mempertimbangkan faktor yang diperlukan secara keseluruhan, meliputi teknik, bahan, dan keterampilan.
2. Membuat Sketsa
Sketsa adalah bentuk visualisasi dari gagasan. Pembuatan sketsa yaitu bisa berupa gambar. Dengan ini, perupa dapat terbantu dalam menghadapi karya seni rupa tiga dimensi yang akan dihasilkan.
3. Perlengkapan Alat dan Bahan
Apabila sketsa telah dibuat, maka tahap selanjutnya yaitu mengumpulkan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam membuat karya seni rupa 3 dimensi tersebut. Persiapan bahan maupun alat juga perlu disesuaikan dengan konsep dan tingkat keahlian yang dimiliki oleh seniman.
4. Tahap Pembentukan
Langkah lanjutan yang dikerjakan adalah penyusunan atau pembentukan. Dalam hal ini, seniman diharapkan mampu mewujudkan suatu karya seni dengan menggunakan teknik yang tepat. Oleh karena itu, untuk menghasilkan karya yang baik, maka keterampilan dan ketelitian sangat dibutuhkan.
5. Tahap Penyelesaian
Proses penyelesaian bisa disebut juga sebagai finishing. Hal ini merujuk pada kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh karya akhir sesuai dengan gagasan awal. Adapun tahap finishing bisa dikerjakan di antaranya yaitu penghalusan dan pewarnaan.
Baca Juga: 4 Fungsi Sketsa dalam Bidang Seni Rupa
Setiap proses membuat karya seni rupa tiga dimensi mempunyai perannya masing-masing. Dengan begitu, langkah pembuatannya perlu dilakukan secara tepat dan berurutan. (Riyana)
