Konten dari Pengguna

Mengenal Proses Pembuatan Cetak Saring dalam Seni Grafis

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi proses pembuatan cetak saring. Sumber foto: pexels/Ivan Samkov
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi proses pembuatan cetak saring. Sumber foto: pexels/Ivan Samkov

Cetak saring merupakan salah satu teknik cetak yang digunakan pada seni grafis. Adapun dalam proses pembuatan cetak saring dilakukan melalui beberapa tahapan, yang diawali dengan pembuatan klise.

Cetak saring dapat dikenal juga dengan istilah serigrafi. Teknik ini banyak dipakai untuk mencetak batik printing, stiker, hingga gambar kaos.

Proses Pembuatan Cetak Saring

Ilustrasi proses pembuatan cetak saring. Sumber foto: pexels/Ivan Samkov

Mengutip buku Seni Rupa untuk Anak Usia Dini, Dr. Farida Mayar, M.Pd, (2022:101), cetak saring atau sablon adalah teknik mencetak dengan menggunakan acuan cetak yang membentuk saringan tembus sehingga yang dipakai mencetak.

Cetak saring (screen printing) juga termasuk metode cetak tertua dan paling mudah diterapkan, dibandingkan dengan semua jenis proses pencetakan yang ada. Meskipun prinsip mencetak sangat sederhana yaitu memindahkan tinta ke media yang diinginkan melalui screen.

Namun, ada beberapa langkah yang harus diperhatikan, agar teknik tersebut dapat dilakukan dengan benar. Lebih lanjut, berikut merupakan proses pembuatan cetak saring yang dipelajari.

1. Tahap Pembuatan Klise (Film)

Langkah pertama yang perlu dilakukan dalam melakukan cetak saring adalah pembuatan film (klise). Berdasarkan buku Panduan Praktis Cetak Sablon, Guntur Nusantara, A.Md. Graf, (2005:36), klise merupakan lembaran yang digunakan sebagai bahan acuan cetak. Sehingga gambar yang dihasilkan sesuai dengan model asli klise.

Pada prosesnya, terdapat beberapa cara yang dapat digunakan untuk membentuk klise, di antaranya secara manual menggunakan media kertas, menggambar langsung pada screen, setting komputer, dan fotografi.

2. Afdruk (Exposing)

Proses afdruk adalah tahap yang dilakukan untuk memindahkan gambar model (klise) ke screen. Dalam metode ini, dapat dikerjakan melalui beberapa tahapan, meliputi:

  • Pelapisan (Coating)

    Tahap pelapisan (coating) bisa dimulai dengan membuat larutan exposing. Yaitu melalui pencampuran emulsi dengan sensitizer. Kemudian, oleskan bahan tersebut pada saring memakai pelapis.

  • Pengeringan Awal (Start Drying)

    Selesai pelapisan, screen dikeringkan. menggunakan hair dryer atau kipas angin. Proses ini bertujuan untuk memperkuat persenyawaan pelapisan obat afdruk dengan kain screen.

  • Penyinaran (Exposing)

    Proses penyinaran (exposing) berfungsi untuk memindahkan klise ke screen dengan memanfaatkan bantuan cahaya matahari.

  • Pengembangan (Developing)

    Proses developing berguna untuk memperjelas hasil cetak gambar afdruk pada layar. Tahap ini dilakukan dengan cara dicuci dan disemprot menggunakan handsprayer.

  • Tusir (Correcting)

    Sesudah klise tercetak, screen sudah dapat dipakai. Namun, untuk memastikan ada tidaknya cacat, maka harus dikoreksi terlebih dahulu secara keseluruhan.

  • Pengeringan Akhir (Finish Drying)

    Klise yang telah dikoreksi, kemudian dikeringkan. Tahap pengeringan screen dapat dikerjakan dengan cara dijemur langsung di bawah sinar matahari.

3. Mencetak

Langkah terakhir untuk membuat cetak saring yaitu mencetak. Pada proses ini, screen diletakkan di bawah media cetak. Lalu, dengan menggunakan rakel, tuang warna yang telah dipersiapkan.

Baca Juga: 3 Contoh Cetak Saring dan Pengertiannya

Proses pembuatan cetak saring di atas penting untuk diketahui, terlebih bagi pemula yang sedang mempelajari beragam metode seni. Hal ini bertujuan agar pembaca dapat memahami langkah yang diperlukan, untuk menghasilkan karya grafis yang diinginkan. Semoga membantu. (Riyana)